www.riau12.com
Kamis, 20-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Muflihun Targetkan Pekanbaru Zero Stunting di 2024
Selasa, 23-01-2024 - 17:12:26 WIB

TERKAIT:
   
 

riau12.com PEKANBARU - Tahun 2024 ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menargetkan kasus stunting tidak ada lagi di Pekanbaru. Upaya penanganan stunting di Kota Pekanbaru  berlanjut agar kasus stunting tidak ada lagi.

Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru Muflihun mengatakan angka prevalensi stunting cenderung positif pada tahun 2023 lalu. Hasil survei Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun lalu menunjukkan bahwa angka prevalensi stunting di bawah lima persen.

"Maka kita optimis di tahun 2024 ini bisa nol persen, karena hasil survei SSGI, angka prevalensi stunting sudah di bawah lima persen," ujar Muflihun, Selasa (23/1/2024).

Dalam penanganan stunting, dirinya menyebut tidak ada kendala. Namun begitu, dirinya menyadari kasus stunting masih ada di Kota Pekanbaru.

Menurutnya, saat ini ada tren penurunan kasus stunting secara bertahap setiap tahunnya. Ia mengakui tidak mungkin kasus stunting yang ada selama ini tiba-tiba nol.

"Kendala tidak ada, namanya banyak kan bertahap, tidak mungkin langsung nol. Itu bohong namanya," katanya.

Berdasarkan Data Tim Percepatan dan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Pekanbaru, Muflihun mengatakan bahwa angka prevalensi stunting di Kota Pekanbaru memang fluktuatif. Ada kenaikan angka prevalensi stunting pada tahun 2022 silam.

Pada tahun 2022 lalu, angka prevalensi stunting sempat naik menjadi 16,8 persen dari 11,4 persen pada tahun 2021.

"Tahun ini kita targetkan zero stunting, atau tidak ada lagi kasus stunting di Kota Pekanbaru," ungkapnya.

Ditegaskannya, tugas menurunkan angka stunting merupakan salah satu arahan dari pemerintah pusat. Mereka tidak hanya menanggulangi stunting tapi juga mengentaskan kemiskinan ekstrem.

sumber : cakaplah



 
Berita Lainnya :
  • Muflihun Targetkan Pekanbaru Zero Stunting di 2024
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved