www.riau12.com
Kamis, 20-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
IKN Seberang Selat Makassar, ITB-Universitas Cambridge Pasang Stasiun Seismik Ekstra
Jumat, 08-12-2023 - 11:45:18 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Jakarta - Pada tahun 2018, Indonesia mengalami gempa bumi dan tsunami dahsyat yang menghancurkan sebagian besar Kota Palu, Sulawesi Tengah. Bencana tersebut menewaskan 4.500 orang, mengakibatkan 200.000 pengungsi, dan merugikan perekonomian Indonesia yang mencapai 911 juta dollar AS.
"Bahaya alam seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi tidak dapat dihentikan," ujar Nick Rawlinson, Profesor di Department of Earth Sciences University of Cambridge.

Terlebih, Ibu kota Indonesia saat ini yaitu Jakarta, menjadi salah satu kota yang dapat tenggelam paling cepat di dunia.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia pada tahun 2019 mengumumkan pemindahan Ibu Kota Jakarta menuju Kalimantan Timur dan membangun Ibu Kota Nusantara (IKN). Meskipun Nusantara tampak lebih aman, tetapi para ilmuwan khawatir dengan lokasinya yang terletak dekat gempa Palu dan pertemuan 4 lempeng tektonik.

"Tetapi dampaknya dapat diubah jika lingkungan yang dibangun telah dibuat untuk memitigasi dampaknya." ungkap Rawlinson.

Dilansir dari laman University of Cambridge, selama 5 tahun terakhir, tim Rawlinson bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), yang dipimpin oleh Profesor Sri Widiyantoro.

Mereka berkolaborasi untuk membuat peta bahaya gempa bumi di Kalimantan. Para peneliti memasang 30 stasiun seismik yang tersebar di Kalimantan dan Sulawesi serta 28 stasiun seismik di bawah laut Selat Makassar.

Stasiun seismik tersebut membawa alat perekam gempa yang tersusun atas beban yang disambungkan dengan pegas dan seismograf, sehingga gaya yang diperlukan untuk menahan beban tersebut dapat memberi tahu seberapa kuat getaran gempa.

Tujuan dari para peneliti untuk mengidentifikasi patahan aktif yang belum ditemukan sebelumnya sehingga mampu memberikan gambaran merinci atas struktur dangkal di bawah lokasi.

Dengan demikian, hasil analisis dapat digunakan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik lagi atas bahaya gempa bumi di dalam bahkan di sekitar Ibu Kota Nusantara.

"Jika sebuah kota baru akan dibangun, pekerjaan kami dapat menjadi masukan bagi peraturan bangunan dan perencanaan manajemen bencana, yang akan membantu menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerugian ekonomi," jelas Rawlinson.

Analisis Gabungan
Melalui pengukuran aktivitas seismik selama satu tahun terakhir, para peneliti awalnya tidak mengungkap sesuatu yang tak terduga.

Rawlinson mengaku,"Belum ada bukti adanya patahan aktif atau kegempaan yang tidak biasa di daerah."

Namun, berdasarkan hasil analisis gabungan dengan pekerjaan sebelumnya, baru-baru ini mereka menemukan cakupan data data seismik yang belum pernah terjadi di wilayah seismik. Temuan ini menjadi bahan masukan untuk pembangunan kota yang sedang berlangsung.

"Data kami digunakan untuk menyempurnakan peta bahaya seismik probabilistik regional," jelas Widiyantoro.

Kementerian PUPR sendiri bertanggung jawab untuk mengembangkan peta bahaya seismik di Indonesia. Melalui wewenang tersebut, mereka membantu merumuskan kebijakan dan koordinasi seputar perencanaan dan pembangunan infrastruktur.

"PUPR sangat mendukung pekerjaan ini dan kolaborasi kami dengan Cambridge," ungkap Widiyantoro.

Dia mengatakan bahwa data tersebut tersedia dalam basis data informasi regional yang dapat diakses secara terbuka, serta yang terpenting data tersebut menjadi masukan bagi perencanaan manajemen bencana.

"Pada akhirnya, tujuan kami adalah membantu para pengambil keputusan memahami risiko gempa bumi untuk memastikan kelangsungan ibu kota baru dalam jangka panjang," kata Rawlinson.

"Tujuan jangka panjang dari kemitraan ini adalah untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan tentang gempa bumi di seluruh Indonesia, dan siap menghadapi bencana bumi berikutnya," tambah Rawlinson.

Sumber: detik.com



 
Berita Lainnya :
  • IKN Seberang Selat Makassar, ITB-Universitas Cambridge Pasang Stasiun Seismik Ekstra
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved