www.riau12.com
Kamis, 20-08-2026 | Jam Digital
20:52 WIB - Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir | 17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari
 
Syamsuar Bedah APBD Riau di Gedung BI
Rabu, 23-01-2019 - 08:15:23 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com, PEKANBARU-Bupati Siak H Syamsuar yang juga Gubernur Riau terpilih didaulat sebagai pembicara pada seminar yang digelar di gedung Bank Indonesia, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Selasa (22/1). Dalam seminar yang menyorot Bedah APBD Riau 2019 dengan tema APBD untuk sejahterakan masyarakat tersebut, Syamsuar menyampaikan harapan berikut masukan.

Dihadiri langsung Kepala BI Perwakilan Riau Siti Aisyah, Sekdaprov Riau H Ahmad Hijazi serta Wagub terpilih Edy Natar Nasution dan pihak terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut juga dikaji tentang konsep ekonomi yang ampuh diterapkan di bumi Lancang Kuning. Karenanya juga dihadiri pihak Perbankan baik BUMD maupun BUMN yang beroperasi di Riau.

BI sendiri dalam momen tersebut menawarkan konsep wakaf yang dinilai Siti Aisyah dapat dikembangkan dalam membangkitkan perekonomian daerah. "Selain sejalan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK), juga bisa jadi percontohan dalam pengembangan konsep wakaf penopang ekonomi masyarakat," ujarnya.

Hal ini lanjutnya bisa juga dengan mengoptimalkan CSR dari pihak swasta di Provinsi Riau agar lebih berkembang. Seminar yang digelar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Pekanbaru ini membedah APBD Riau senilai Rp9,1 triliun untuk tahun anggaran 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Siak yang juga Gubernur Riau terpilih dan akan melaksanakan anggaran senilai Rp9,1 triliun ini. Mengingatkan tentang penghematan anggaran yang harus dilakukan sedari dini. Karena Ia menemukan besaran dana sekitar 10 persen dari total belanja langsung.

"Perjalanan dinas misalnya, angkanya sampai 10 persen dari belanja langsung. Ini harus diperbaiki, dihemat lagi," tegasnya.

Mengenai konsep ekonomi wakaf, menurutnya hal tersebut sudah diterapkan di Siak melalui optimalisasi zakat. Alhasil, Kabupaten Siak menjadi daerah di Riau yang mengumpulkan zakat terbesar selama beberapa tahun terakhir.

"Memang ekonomi umat harus digerakkan, berbagai sektor. Konsepnya tentu ahlinya bisa membahas, tapi kami sudah mulai di Siak melalui optimalisasi zakat," pungkasnya.(rpc)



 
Berita Lainnya :
  • Syamsuar Bedah APBD Riau di Gedung BI
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved