Di HUT Ke-19 Rohul, GEMPAR Ingin Kado Kursi Wabup Sudah Terisi
Selasa, 02-10-2018 - 17:55:12 WIB
Riau12.com, PASIRPANGARAIAN-Ratusan mahasiswa tergabung di Aliansi Gerakan Mahasiswa Pemuda Rokan Hulu (GEMPAR) gelar aksi damai, mendesak partai politik (Parpol) pengusung, dan Pemerintah Daerah segera mengisi jabatan Wakil Bupati Rohul, Selasa (2/10/2018).
Pada aksi damai di Bundaran Ratik Togak, atau persis di seberang‎ Masjid Agung Islamic Center Rohul di Pasirpangaraian yang dijaga puluhan personel Polres Rohul dan Polsek Rambah, GEMPAR sampaikan 4 poin pernyataan sikap, salah satunya adalah menginginkan kursi Wabup Rohul sudah terisi di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Rohul yang jatuh pada 12 Oktober 2018.
Empat pernyataan sikap, yaitu pertama Aliansi GEMPAR mendesak partai politik (Parpol) atau gabungan Parpol pengusung untuk segera menyelesaikan kekosongan jabatan Wabup Rohul yang telah kosong lebih dari 6 bulan.
Kedua,‎ Aliansi GEMPAR meminta DPRD Rohul dan Bupati Rohul H. Sukiman, serta Parpol pengusung untuk secepatnya memberikan keputusan jelas tentang kekosongan jabawab Wabup, karena masyarakat dan kaum intelektual Rohul sudah sangat resah.
Ketiga, Aliansi GEMPAR meminta jabatan Wabup dipercepat untuk diisi, karena demi terciptanya roda pemerintahan yang ideal.
Ke empat, jika tuntutan tidak ditindaklanjuti, mahasiswa akan mengadakan aksi dengan massa yang lebih banyak lagi.
"Kami sebagai anak negeri merasa malu dengan keadaan pemerintah yang ada saat ini. Kenapa dalam menentukan Wakil Bupati (Rohul) saja‎ berlarut-larut. Kami juga melihat terjadinya ketimpangan," tegas Mutaqin Nasri, saat orator di aksi damainya.
Menurut mahasiswa, pasca Sukiman dilantik Gubernur Riau sebagai Bupati Rohul defenitif sisa masa jabatan 2016-2021 pada 14 Februari 2018, kursi jabatan Wabup Rohul kosong hingga awal Oktober 2018.
Di sela aksi, salah seorang orator, Fauzi Kako, mengatakan aksi‎ damai dilakukan karena mahasiswa merasa miris soal kekosongan jabatan Wabup Rohul yang terjadi sekira 7 bulan terakhir.
Menurut Fauzi, kekosongan jabatan Wabup cukup lama merupakan‎ sebuah permasalahan yang sangat besar, sebab ada andil Bupati dan Wabup untuk membuat rencana dan anggaran.
"Bagaimanapun kita mahasiswa turut andil dalam mengawal apapun permasalah-permasalah yang ada di‎ Kabupaten Rokan Hulu," jelas Fauzi kepada wartawan.
Fauzi mengaku kekosongan kursi Wabup Rohul cukup lama tentu sangat mengganggu roda pemerintahan, termasuk mengganggu tugas Bupati, serta tugas Sekretaris Daerah yang baru didefenitifkan belum lama ini.
Sementara, Muttaqin Nasir,‎ terkait kekosongan kursi Wabup Rohul cukup lama ia menilai ada indikasi permainan, sebab secara aturan dua bulan pasca Bupati defenitif dilantik seharusnya sudah ada pemilihan Wabup.
"Nah ini‎ sudah hampir 7 bulan. Jadi ini terkesan ada pembiaran sehingga Wakil Bupati sengaja tidak ditunjuk atau mungkin ada kepentingan politik di sana dan kepentingan partai pengusung," kata Muttaqin.
Ia mengharapkan‎ Bupati Rohul Sukiman lebih cekatan dan lebih fokus untuk segera mungkin digelar pemilihan Wabup.
‎Muttaqin mengaku GEMPAR juga memberikan tenggat waktu dua pekan kepada Parpol pengusung dan Bupati untuk secepatnya melakukan pemilihan Wabup Rohul.
"Dua minggu kita berharap tanggal 12 Oktober Hari Ulang Tahun Kabupaten Rokan Hulu kita minta struktural yang lengkaplah dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, itu yang perlu kita tegaskan."
"Karena kita ingin di hari jadi‎ Rokan Hulu ini bagaimana Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu juga lengkap dari segi struktural, sehingga jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Rokan Hulu berjalan secara efektif dan efisien," beber Muttaqin Nasir.
Sebelumnya, Bupati Rohul Sukiman mengaku dirinya juga serius bagaimana agar kursi Wabup Rohul segera terisi. Ia sendiri sudah meminta Parpol pengusung duduk bersama.
‎Diakuinya, jabatan Wabup Rohul sangat penting dan urgen, sehingga secepatnya harus diisi, apalagi sudah ada peraturan yang mengaturnya.(rtc)
Komentar Anda :