www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Biadab! Di Bawah Todongan Senjata, Bu Guru Digilir 6 Anggota OPM
Minggu, 15-04-2018 - 17:30:30 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Sungguh kasihan nasib GR. Guru SD di Papua itu, diperkosa 6 anggota Organisasi Papua Merdeka, Kamis (12/4/2018) lalu. Peristiwa itu terjadi di Opini, Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika. Saat itu, korban sedang menuju lokasi upacara adat bakar batu yang digelar masyarakat Opini. Upacara itu digelar dalam rangka perpisahan antara masyarakat Opitawak dengan Banti, yang diungsikan polisi dan TNI ke wilayah Aroanop. Di tengah perjalanan, dia dicegat enam pria bersenjata. Di bawah todongan senjata, bu guru dipaksa melayani nafsu mereka. Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, sebagaimana dilansir Viva, Minggu (15/4/2018) mengatakan, polisi dan TNI saat ini sedang mengevakuasi 17 guru lainnya yang bertugas di Opini. Berdasarkan catatan, ada 17 guru yang mengajar di kampung tersebut. "17 guru kontrak yang bertugas di Aroanop terdiri dari 8 perempuan dan 9 laki-laki tengah dievakuasi menuju Timika dengan menggunakan helikopter milik PT Freeport," kata Kamal. Selain itu, menurut Kamal, Kepolisian juga sedang melakukan pendataan guru-guru lainnya yang bertugas di wilayah tersebut. "Masih diiventarisir berapa guru lagi yang ada di sekitar Distrik Tembagapura," ujar Kamal. Dalam beberapa waktu belakangan ini, kondisi keamanan di wilayah Papua, semakin memanas. Terutama setelah adanya ultimatum perang yang dikeluarkan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Bahkan, TNI dan Polri telah menggelar operasi senyap menumpas kelompok yang dijuluki dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) itu. Pernyataan ultimatum perang itu diumumkan Mayor Jenderal G.Lekkagak Telenggen, usai dilantik sebagai Kepala Staf Operasi Komando Nasional TPNPB, pada 2 Februari 2018, di Markas Kimagi, Distrik Yambi, Puncakjaya, Papua. Pembacaan ultimatum itu diunggah TPNPB di akun YouTube resminya. Dalam rekaman video, terlihat ultimatum dibacakan secara resmi dengan latar belakang bendera Bintang Kejora dan dikawal puluhan anggota OPM bersenjata laras panjang. "Perang jangan berhenti, perang harus tanpa intervensi internasional di Papua. Ultimatum perang, saya sudah umumkan. Jadi, perang harus dilakukan di mana saya, di Papua. Ketentuan, aturan perang kita sudah keluarkan itu. Panglima TNI, Polda harus tunduk pada aturan itu, TPN di seluruh Papua, perang harus berdasarkan aturan ini. Tujuan, kami ingin perang lawan TNI, Polri sudah tecantum dalam aturan TPN," kata Lekkagak.(*)



 
Berita Lainnya :
  • Biadab! Di Bawah Todongan Senjata, Bu Guru Digilir 6 Anggota OPM
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved