www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Gaji Bakal Dihapus, Ketua RT dan RW Ancam Mengundurkan Diri
Minggu, 15-10-2017 - 07:10:12 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Rencana Plt Wali Kota Tegal H Nursholeh menghapus gaji untuk Ketua RT dan RW mendapatkan penolakan. Tak sedikit Ketua RT dan RW mengancam bakal mengundurkan diri lantaran mereka akan 'nombok' banyak. Karena, uang yang mereka terima selama ini bukan gaji melainkan biaya operasional. ''Statemen Kang Nur soal penghapusan gaji RT RW adalah salah besar. Sebab, menurut kami bukan gaji yang kami terima dari Pemkot selama ini,'' terang salah satu RT di Kelurahan Randugunting Kecamatan Tegal Selatan, yang meminta namanya tidak dipublikasikan. Menurutnya, sesuai dengan penjelasan Pemkot terdahulu, uang yang diterima oleh ketua RT dan RW se Kota Tegal per triwulan adalah untuk biaya operasional. Diantaranya untuk alat tulis, sosialisasi, maupun acara pertemuan dengan warga. ''Biaya yang kami terima juga tidak besar, yakni Rp 400 ribu per bulan. Dan kami terima per tiga bulan sekali,'' akunya. Hal sama juga dikatakan ketua RT di wilayah Mintaragen, Tegal Timur, Agus. Dia mengaku rencana penghapusan anggaran untuk RT- RW se Kota Tegal, jelas akan banyak warga yang enggan dipilih menjadi ketua RT dan RW. Sebab, selama ini anggaran yang ada juga tidak seberapa. Namun cukup membantu. Hanya saja nilai diterima per triwulan sehingga nampak besar. ''Ya, seharusnya kami saat ini sudah menerima Rp 1,2 juta. Sebab, sejak bulan Juli-September (3 bulan) kami belum menerimanya,'' ungkapnya. Ditambahkan, penilaian Kang Nur soal program ini adalah politis juga dinilai salah. Sebab, program ini juga ada sejak jaman Walkot Ikmal Jaya. Dan karena programnya dinilai bagus serta membantu tugas Ketua RT dan RW, maka Walkot Siti Masitha (saat ini nonaktif) juga melanjutkannya. ''Jadi, sangat tidak pas saat Plt Walkot sekarang menghapus anggaran operasional Ketua RT dan RW. Dan jika memang mau dihapus, anggaran ketua RT dan RW yang per triwulan juga harus dicairkan lebih dulu. Termasuk kami meyakini, pemilihan ketua RT dan RW yang akan mendatang, banyak yang enggan jadi ketua RT maupun RW. Sebab, bisa-bisa akan terus nombok,'' tegasnya.(jpnn)



 
Berita Lainnya :
  • Gaji Bakal Dihapus, Ketua RT dan RW Ancam Mengundurkan Diri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved