www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Negara Harus Tegas terhadap Ormas Anti-Pancasila!
Jumat, 13-05-2016 - 07:13:03 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan telah membubarkan organisasi masyarakat (Ormas) yang menganut paham anti-Pancasila. Namun, dia tidak menyebut secara jelas ormas mana yang berbelok arah dari ideologi dasar negara Indonesia tersebut.

Pihaknya juga terus berkomunikasi dengan Kejaksaan Agung, Polri dan TNI untuk segera memutuskan dan mengumumkan pembubaran ormas yang menyalahi paham kebangsaan di Indonesia yakni Pancasila.

Nama salah satu Ormas yang menganut paham anti-Pancasila justru terungkap dari Jaksa Agung HM Prasetyo, bahwa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) termasuk salah satu Ormas yang bertentangan dengan Pancasila.

Menanggapi hal tersebut, pengamat intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati mengatakan, negara memang harus tegas terhadap gerakan makar dan kelompok anti-Pancasila. Pasalnya, gerakan tersebut sangat berbahaya bagi Indonesia.

"Hal-hal yang berupa aliran ekstrim kiri maupun kanan sama bahayanya. Jadi kita di Indonesia sudah sepakat dengan Pancasila. Jadi negara harus tegas terhadap makar dan anti-Pancasila," kata wanita yang disapa Nuning itu seperti dilansir okezone, Jumat (13/5/2016).

Ketegasan pemerintah salah satunya dengan melakukan upaya program deradikalisasi. Jadi, bukan gerakan yang sudah radikal saja yang harus diberi edukasi tetapi masyarakat yang terdeteksi rentan dan mudah menerima doktrin radikal juga harus jadi perhatian serius pemerintah.

"Lakukan deradikalisasi, bukan hanya bagi yang sudah radikal, tapi juga beri edukasi bagi masyarakat yang rentan, mudah menerima doktrin radikal," tukasnya.(*)




 
Berita Lainnya :
  • Negara Harus Tegas terhadap Ormas Anti-Pancasila!
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved