Waspada, Radikalisasi Justru Terjadi di Penjara
Kamis, 04-02-2016 - 22:15:30 WIB
 |
Ilustrasi
|
JAKARTA,Riau12.com-Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla berpendapat bahwa proses radikalisasi yang menjadi pangkal terciptanya teroris justru terjadi di dalam penjara.
Hal ini menjadi fenomena yang marak terjadi di beberapa negara muslim di dunia. Dalam hal ini, Ulil mencontohkan Sayyid Qutb sebagai tokoh ideolog radikal dunia yang juga mengalami radikalisasi di dalam bui.
"Fenomena menarik di beberapa negara Islam kayak Mesir, dan kita juga di sini, aktivis-aktivis muslim anak muda itu mengalami radikalisasi bukan semata-mata melalui doktrinasi di luar penjara. Tapi justru penjara itu membuat mereka yang semula radikal menjadi tambah radikal," kata Ulil usai diskusi terorisme di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2016).
Penjara, termasuk yang terjadi di Indonesia, belum mampu menjadi upaya deradikalisasi bagi teroris, justru membuat paham mereka tambah radikal karena penanganan yang kurang tepat.
"Jadi penjara itu alih-alih membuat mereka kapok dari ideologi radikal, justru membuat mereka malah tambah radikal," kata dia.
Menurut Ulil, hal ini harus menjadi perhatian pemerintah, mengingat ideologi radikal di Indonesia tumbuh dengan subur, dan telah sampai pada tahap mengancam kehidupan berbangsa.
"Itu beberapa kelompok-kelompok radikal atau beberapa orang direkrut menjadi anggota kelompok radikal itu kan di penjara, bukan di luar. Karena itu menurut saya perlu menjadi perhatian pemerintah. Penjara kita justru membuat orang yang semula biasa-biasa saja menjadi radikal, tentu itu harus dipikirkan," jelas Ulil.
Ulil pun memandang upaya pemerintah dalam program deradikalisasi selama ini harus dievaluasi. "Perlu dievaluasi lah bagaimana supaya program deradikalisasi selama ini itu lebih tepat sasaran. Karena memang ada beberapa kasus yang itu boleh disebut sebagai kecolongan," tukasnya.(r12/okz0
Komentar Anda :