www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Tim Solidaritas Nasional Desak Presiden Hentikan Proyek Rempang Eco-City
Kamis, 17-04-2025 - 11:28:54 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-BATAM – Pemerintah Kota Batam kembali berencana menggusur masyarakat di Pulau Rempang, tepatnya di Kampung Tanjung Banon, Kelurahan Sembulang. Rencana ini tertuang dalam Surat Tim Terpadu Nomor: 112/TIM-TPD/IV/2025, yang mengatur pelaksanaan penggusuran terkait proyek Rempang Eco-City, Kamis (17/4/2025).

Andri Alatas, Direktur YLBHI-LBH Pekanbaru, menyatakan bahwa penggusuran ini akan melibatkan kekuatan gabungan dari TNI dan Polri. Keterlibatan tersebut mencakup satuan TNI seperti Koramil 04 Batam, Den Pom TNI Angkatan Udara Batam, Den Pom Lantamal IV Batam, Den Pom I/6 Batam, Yon 10 Marinir/SBY Batam, Lanud Hang Nadim Batam, Yonif Raider Khusus 136/TS, hingga Kodim 0316 Batam dan Pangkalan Utama TNI AL IV.

Sementara itu, dari unsur kepolisian, terdapat partisipasi dari Polresta Barelang, Polsek Galang, hingga Korps Brimob Polda Kepri.

"Ini bertentangan dengan rekomendasi Komnas HAM yang meminta penyelesaian konflik Rempang tidak lagi menggunakan pendekatan keamanan. Kejadian September 2023 membuktikan pengerahan aparat secara masif justru memicu pelanggaran HAM dan trauma yang belum pulih," ujar Andri.

Tim Solidaritas Nasional untuk Rempang menilai pengerahan 312 personel justru memperburuk kepercayaan publik terhadap negara. Alih-alih menyelesaikan masalah, kehadiran aparat dalam jumlah besar disebut-sebut memperkuat dugaan pembungkaman paksa atas protes warga.

Menurut mereka, tindakan ini kontras dengan kegagalan negara menindak pelaku kekerasan yang diduga terafiliasi dengan PT Makmur Elok Graha. Penggunaan istilah transmigrasi lokal dalam dokumen resmi pemerintah juga dinilai sebagai upaya menyamarkan agenda penggusuran, terlebih lokasi spesifik penggusuran tidak dijelaskan dalam surat tersebut.

Even Sembiring, Direktur Eksekutif WALHI Riau, menyatakan bahwa proyek Rempang Eco-City harus dihentikan secara menyeluruh.

"Ini hanya menambah daftar panjang tindakan represif negara. Kalau benar ada persetujuan masyarakat secara luas, maka pengerahan aparat dalam skala besar jelas tidak masuk akal," tegasnya.

Tim Solidaritas Nasional untuk Rempang mendesak Presiden menghentikan seluruh operasi penggusuran dan membatalkan proyek Rempang Eco-City, baik sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun proyek pengembangan kawasan lainnya. Mereka juga menuntut jaminan atas hak tanah dan sumber daya alam Masyarakat Adat Melayu serta masyarakat tempatan di Rempang dan pulau sekitarnya.(***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Tim Solidaritas Nasional Desak Presiden Hentikan Proyek Rempang Eco-City
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved