www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Macet Parah di Jalur Sumbar-Riau: Oknum Pemuda yang Blokir Jalan Disebut Jadi Pemicu Macet Hingga 6 Jam
Kamis, 30-01-2025 - 09:41:04 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Jalur lintas Sumatera Barat-Riau kembali mengalami kemacetan parah, terutama di wilayah Manggilang, Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota. Ribuan kendaraan terjebak antrean hingga puluhan kilometer sejak Rabu (29/1/2025) malam, membuat pengendara harus menunggu berjam-jam untuk bisa melintas.

Kemacetan ini dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari lonjakan arus kendaraan selama libur panjang hingga aksi sejumlah pemuda yang menghadang pengendara di beberapa titik. Mereka disebut berdiri di tengah jalan, menghentikan kendaraan, dan meminta uang dari sopir yang melintas.

Pengendara Terjebak Hingga 6 Jam

Banyak pengendara mengeluhkan lamanya waktu tempuh akibat kemacetan ini. Salah satu sopir mengaku harus menghabiskan waktu enam jam hanya untuk keluar dari antrean kendaraan.

"Kami sudah terjebak sejak jam 11 malam dan baru bisa keluar jam 5 subuh. Sangat menyiksa, apalagi bagi yang membawa anak kecil atau yang punya keperluan mendesak," ujarnya.

Selain itu, kondisi jalan yang berlubang juga menjadi faktor penyebab kemacetan. Namun, pengendara menilai jalan rusak tersebut sebenarnya masih bisa dilalui tanpa harus antre panjang, asalkan tidak ada pihak yang menghentikan kendaraan di tengah jalan.

Jalan Diblokir dengan Kayu, Pengemudi Dipaksa Melambat

Di beberapa titik, diduga ada oknum yang sengaja memasang kayu atau pembatas di jalan berlubang, sehingga kendaraan hanya bisa melintas di jalur yang mereka tentukan. Akibatnya, laju kendaraan semakin melambat, bahkan hampir terhenti di beberapa bagian.

"Sebenarnya kalau tidak ada yang mengatur jalan dengan meminta-minta, kemacetan ini tidak akan separah ini. Jalan yang rusak masih bisa dilewati kendaraan dari dua arah, tanpa harus dibuat antre," keluh seorang pengendara lainnya.

Minimnya Pengawasan Aparat

Sejumlah pengemudi juga mempertanyakan pengawasan dari pihak berwenang. Mereka menilai kemacetan seperti ini sudah sering terjadi saat musim liburan, tetapi tidak ada tindakan pencegahan yang jelas dari pihak terkait.

"Saya yakin aparat sebenarnya tahu soal ini, tapi seperti menutup mata. Seharusnya ada langkah tegas untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang," kata seorang pengendara.

Harapan Pengendara: Tertibkan Pungutan Liar

Para pengguna jalan berharap pihak kepolisian segera bertindak untuk menertibkan aksi pungutan liar yang membuat perjalanan semakin terhambat. Mereka meminta jalur Sumbar-Riau tetap dijaga agar lalu lintas bisa berjalan lancar tanpa gangguan dari pihak-pihak yang sengaja memperlambat arus kendaraan.

Hingga Rabu sore, kemacetan di beberapa titik masih belum terurai sepenuhnya. Pengendara diimbau untuk tetap bersabar, merencanakan perjalanan dengan baik, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima agar tidak mengalami kendala di tengah antrean panjang.(***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Macet Parah di Jalur Sumbar-Riau: Oknum Pemuda yang Blokir Jalan Disebut Jadi Pemicu Macet Hingga 6 Jam
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved