www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Nelayan Batam Diusir Polisi Maritim Singapura, Bakamla RI Selidiki
Senin, 30-12-2024 - 14:20:48 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com- BATAM - Nelayan Indonesia mengalami insiden pengusiran oleh Singapore Police Coast Guard (SPCG) atau Polisi Maritim Singapura, Selasa, 24 Desember 2024.

Badan Keamanan Laut (RI) lantas melakukan penyelidikan dengan menemui para nelayan asal Pulau Terong, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Minggu 29 Desember 2024.

Penata Layanan Operasional Letda Bakamla Ryan Widiono yang menemui nelayan tersebut mengatakan, kedatangan Tim Bakamla RI untuk menggali informasi langsung dari nelayan yang mengalami insiden pengusiran, sekaligus memastikan kondisi pasca kejadian.

"Langkah ini dilakukan menyusul banyaknya laporan yang diterima contact center Bakamla RI mengenai tindakan membahayakan yang dilakukan oleh kapal SPCG," ujarnya.

Tim Bakamla RI bertemu dengan para nelayan didampingi Ketua Nelayan Pulau Terong, Jemisan. Menurut Jemisan, saat kejadian tersebut, nelayan tengah memancing di wilayah yang diklaim masih termasuk perairan Indonesia, tepatnya di koordinat N 01,11,880 E, 103,37,500.

Jemisan mengungkap Kapal SPCG menuduh nelayan melewati batas perairan, lalu memaksa nelayan pergi dengan cara bermanuver hingga menciptakan gelombang besar.

Salah satu nelayan terlempar ke laut, karena gelombang yang diciptkan dari manuver yang dilakukan kapal Singapura itu. Nelayan yang jatuh bernama, Mahade, beruntung berhasil diselamatkan oleh rekan-rekan nelayan yang lain.

Jemisan berharap pemerintah dapat memberikan sosialisasi terkait batas-batas perairan yang diperbolehkan untuk menangkap ikan.

"Jika kami memang melanggar batas harap ditegur dengan cara yang baik, dan tidak membahayakan," harap Jemisan.

Leta Bakamla RI Letda Bakamla Ryan Widiono mengatakan Bakamla berkomitmen akan memberikan penyuluhan kepada nelayan terkait batas wilayah guna mencegah terjadinya peristiwa serupa demi kenyamanan bersama pengguna laut.

Terpisah Pranata Humas Ahli Muda Kapten Bakamla Yuhanes Antara menambahkan, usai pertemuan tersebut, Bakamla RI akan melakukan sosialisasi terhadap nelayan Pulau Terong perihal batas-batas yang boleh memancing ikan.

"Langkah selanjutnya Bakamla RI akan melakukan sosialisasi terkait batas wilayah kepada nelayan," ujar Yuhanes.

Sebelumnya, informasi nelayan Belakangpadang yang sedang memancing di Perairan Pulau Nipah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Kepolisian Maritime Singapura.

Kabar itu tersebar luas melalui video di sosial media. Terlihat kapal patroli Polisi Maritim Singapura diduga mengintimidasi nelayan yang sedang memancing dengan membuat gelombang yang membuat kapal nelayan tenggelam. Seorang nelayan terlempar ke laut akibat hantaman gelombang yang diciptakan oleh kapal patroli Singapura.(***)

Sumber: Riauonline



 
Berita Lainnya :
  • Nelayan Batam Diusir Polisi Maritim Singapura, Bakamla RI Selidiki
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved