www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Kesal Ditagih Utang, Pasutri di Sumbar Bakar Ketua Program Mekaar
Sabtu, 06-07-2024 - 09:18:18 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-LIMA PULUH KOTA - Tragedi mengerikan menimpa Ketua Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), Feni Ria Andriani (42).

Feni ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di belakang rumah nasabahnya di Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).

Warga setempat menemukan jenazah korban yang sudah tinggal tulang belulang pada Rabu (3/7/2024) malam, dan segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP Ricardo Condrat Yusuf mengungkapkan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus ini.

“Masih dalam proses penyelidikan. Kami akan lakukan metode scientific crime investigation,” ujarnya dilansir kompas.com, Jumat (5/7/2024).

Pihak kepolisian telah mengamankan nasabah korban, yang diduga sebagai pelaku. Rumah tersebut dihuni pasangan suami istri.

Menurut Ricardo, kasus terungkap setelah tersangka meminta seorang teknisi CCTV menghapus rekaman CCTV di rumahnya.

Ternyata dalam rekaman itu terlihat ada korban yang datang ke rumah pelaku.

"Lalu teknisi ini melaporkan kejadian itu ke keluarga korban dan akhirnya keluarga korban lapor ke polisi," jelas Ricardo.

Bermodalkan rekaman itu, pihaknya mendatangi rumah kedua pelaku dan menemukan YE yang merupakan istri pelaku utama RN.

Dari keterangan YE, akhirnya ditemukan tulang belulang korban yang diduga dipukuli dan dibakar hidup-hidup hingga tewas.

"Menurut keterangan pelaku, korban awalnya dipukuli dengan gagang cangkul. Kemudian tidak sadar. Apakah saat itu pingsan atau sudah meninggal, kita tidak tahu. Mereka mengaku sudah mati," kata Ricardo.

Setelah itu, korban dibawa dengan karung ke lokasi pembuangan sampah yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah pelaku.

"Di sana korban ditutupi dengan ban, daun dan sampah lalu dibakar. Kemudian, tulang belulangnya dikubur di lokasi itu," jelas Ricardo.

Menurut Ricardo, usai mendapatkan keterangan dari YE, polisi kemudian memburu RN dan akhirnya ditangkap di Bengkalis, Riau.(***)

Sumber: halloriau



 
Berita Lainnya :
  • Kesal Ditagih Utang, Pasutri di Sumbar Bakar Ketua Program Mekaar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved