Riau12.com-PADANG- Korban galodo di Jorong Panti, Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan yang terjadi Sabtu (11/5) lalu, masih trauma. Beberapa dari mereka lebih memilih mengungsi ke pondok persawahan.
Bupati Tanahdatar Eka Putra didampingi Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) Padang Mayor Marinir Dany Aprianto Putro M Tr Opsla, Kabag Prokopim Dedi Tri Widono, Camat Rambatan Roza Melfita dan Wali Nagari Rambatan mengunjungi warga Jorong Panti Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor itu, kemarin.
Setidaknya pada kesempatan itu, ada beberapa titik pengungsian warga sempat didatangi langsung oleh bupati bersama rombongan. Rata-rata warga yang mengungsi mengaku masih trauma akibat banjir bandang dan tanah longsor pekan lalu.
Namun uniknya mereka mengungsi di pondok-pondok yang berada tidak jauh dari lokasi rumahnya. Rata-rata mereka tidak mau mengungsi di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah nagari dan kecamatan dengan alasan agar tetap bisa mengawasi dan menjaga hewan ternaknya.
Dalam satu pondok ada yang diisi oleh 3 sampai 5 keluarga. Namun kendalanya di pondok yang mereka tempati tidak ada aliran listrik, sehingga saat malam tiba mereka terpaksa tidur tanpa adanya penerangan sama sekali.
Mengetahui hal itu, Bupati Eka Putra saat berada di lokasi langsung memerintahkan jajarannya untuk mengirimkan genset sebagai alat penerangan sementara bagi warga yang mengungsi.
Selain itu, bantuan berupa sembako dan selimut juga diberikan untuk para pengungsi.
“Unik di sini, mereka membuat pondok-pondok sendiri untuk mengungsi dan mereka tidak mau diajak ke tempat pengungsian yang sudah disediakan di Kantor Wali Nagari setempat,†ujar Bupati.
Bupati Eka Putra menyampaikan, total pengungsi di Jorong Panti berjumlah 154 orang dan semuanya telah diberikan bantuan logistik untuk mereka selama berada di pengungsian.
“Untuk kebutuhan pengungsi kita drop ke kecamatan, setelah itu dari kecamatan baru disalurkan langsung kepada warga kita yang mengungsi melalui wali nagari. Yang pasti kebutuhan bahan pokoknya kita penuhi, seperti beras, mi instan, telur, air minum dan yang lainnya. Yang penting warga kami nyaman dan bisa menghilangkan dari trauma yang mereka alami saat ini,†jelasnya.
Bupati Eka Putra juga mengatakan, rata-rata pengungsi yang ditemuinya mengalami trauma. Sehingga mereka belum mau kembali ke rumah masing-masing walaupun saat ini rumah mereka saat ini sudah dibersihkan.
“Rata-rata yang saya temui disini mereka mengalami trauma, jadi upaya kita besok akan datangkan langsung tim trauma healing dari kepolisian untuk membantu mereka menghilangkan trauma,†ujarnya.
Di kesempatan itu, Bupati dan rombongan juga sempat mengunjungi salah satu korban hanyut yang selamat dan beberapa korban yang rumahnya hanyut diterjang banjir bandang.
Pencarian Korban Hilang Terus Dilanjutkan
Personel gabungan yang tergabung di 6 sektor dengan 320 personel kembali menelusuri daerah potensi adanya korban banjir bandang dan tanah longsor di beberapa tititk daerah di Kabupaten Tanahdatar.
Dalam pencarian kali ini, personel dan 2 unit perahu karet dari FAJI Tanahdatar juga diturunkan untuk penyisiran aliran sungai, mulai dari Kecamatan Padang Ganting hingga perbatasan Kabupaten Sijunjung.
“Dua unit rafting dengan 5 personel di masing-masingnya diturunkan di Kecamatan Padang Ganting menyisir aliran sungai hingga perbatasan Sijunjung,†ujar Koordinator Lapangan (Korlap) Hendri selepas apel gabungan, di Indo Jolito, Ahad (19/5).
Korlap Hendri mengatakan, pencarian kembali dilaksanakan untuk mencari 10 korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tanahdatar yang masih hilang. “Sektor lainnya, kita bagi di beberapa daerah di Kabupaten Tanahdatar, yakni di Kecamatan Lima Kaum, Kecamatan Rambatan dan Kecamatan Tanjung Emas,†tambahnya.
Bantuan Polda Riau Sampai
Kepolisian Daerah (Polda) Riau turut mengirimkan bantuan untuk korban banjir bandang di Sumatera Barat. Bantuan dengan tiga truk ini langsung dibagikan oleh Polres di beberapa daerah di Sumbar. Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Hery Murwono mengatakan, bantuan dari Polda Riau disalurkan oleh personel Polres Padang Panjang dan Polres Tanahdatar.
“Kemarin kami sudah mendapat informasi dari Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Wiyarso Wardoyo Putro dan Kapolres Tanahdatar AKBP Derry Indra bahwa bantuan sudah dibagikan,†sebut Hery, Ahad (19/5).
Sebelumnya, Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Wiyarso Wardoyo Putro menyampaikan pihaknya telah menerima bantuan dari Polda Riau untuk warga terdampak bencana alam diwilayah hukum Polres Padang Panjang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan sosial dari Kapolda Riau Irjen Pol Muhammad Iqbal. Semoga bantuan dari Kapolda Riau bisa bermanfaat bagi warga yang terdampak dan menjadi amal bagi bapak dan jajarannya,†ucap AKBP Kartyana.
Ia menambahkan, bantuan akan segera kami salurkan dengan berkoordinasi dengan BPBD Padang Panjang dan Tanahdatar untuk diberikan kepada masyarakat yang terdampak.
Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Tanah Datar AKBP Derry Indra. “Pasca terjadinya banjir bandang yang menimpa beberapa daerah di Sumatera Barat banyak Polri diseluruh wilayah turut membantu dalam pemulihan dan penanggulangan,†sebutnya.(***)
Sumber: Riaupos.co
Komentar Anda :