3 Pemain Indonesia yang Meninggal di Lapangan, Nomor 1 Tragis
Selasa, 17-10-2017 - 09:30:45 WIB
Riau12.com-Pemain sepakbola Indonesia pernah terlibat insiden mengejutkan di lapangan saat membela klubnya. Beberapa di antaranya ada yang saling berbenturan dengan pemain lain hingga mengalami cedera dan bahkan berujung kematian.
Kali ini, kita akan membahas tiga pemain Indonesia yang meninggal di lapangan. Ketiga pemain itu mengalami cedera parah setelah terlibat benturan hingga nyawa mereka tak tertolong.
3. Eri Irianto
Kejadian tak terduga menimpa penggawa Persebaya Surabaya, Eri Irianto saat timnya menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 November, pada 3 April 2000. Saat itu, Eri berbenturan dengan pemain PSIM sehingga ia pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Setibanya di RSUD Dokter Soetomo, nyawa Eri tak tertolong hingga ia meninggal dunia. Diduga pemain yang kala itu berusia 26 tahun itu mengalami serangan jantung.
Selama karier sepakbola profesionalnya, Eri pernah membela Timnas Indonesia dalam 10 laga dan mencetak tiga gol. Ia pun membawa Persebaya menjadi runner-up Liga Indonesia musim 1998-1999.
2. Choirul Huda
Baru-baru ini kabar duka kembali menyelimuti sepakbola tanah air. Kali ini, pemain Persela Lamongan, Choirul Huda, mengembuskan nafas terakhirnya usai menjalani perawatan di RSUD Sugiri Lamongan.
Insiden bermula, ketika Huda mengalami benturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues dalam lanjutan Liga 1 2017 kontra Semen Padang di Stadion Surajaya, Minggu 15 Oktober 2017 sore WIB.
Ia sempat mendapat perawatan medis di lapangan dengan alat bantu pernapasan. Namun, nyawa kiper berusia 38 tahun itu pun tak tertolong lantaran mengalami cedera serius di bagian dadanya saat di rumah sakit.
1. Jumadi Abdi
Serupa dengan kejadian Choirul Huda, penggawa PKT Bontang, Jumadi Abdi juga mengalami benturan keras setelah pemain Persela, Denny Tarkas mengangkat kaki terlalu tinggi.
Akibatnya, kaki Denny menghantam perut Jumadi dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Mulawarman, Bontang, pada 7 Maret 2009.
Usai alami benturan itu, Jumadi pun tergeletak di lapangan dan tak sadarkan diri.
Ia segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Gelandang Timnas Indonesia di ajang SEA Games 2005 itu akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan selama sembilan hari.
Diketahui dari hasil analisis dokter menyebut bagian usus halus Jumadi menjadi robek sehingga membuatnya meninggal dunia. Usai kejadian itu, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan hukuman kepada Denny Tarkas dengan larangan bermain selama empat bulan.(okz)
Komentar Anda :