Mercedes Penyebab Rio Sulit Masuk F1?
Kamis, 11-02-2016 - 16:37:30 WIB
BANBURY,Riau12.com-Secara mengejutkan Pascal Wehrlein ditunjuk sebagai pembalap Manor Racing Team untuk balapan Formula One (F1) musim 2016. Itu secara otomatis langsung merusak peta persaingan pembalap Manor yang masih menyisakan satu kursi lagi.
Sebelum pemilihan Wehrlein, Alexander Rossi dan Rio Haryanto dinilai sebagai pembalap yang memiliki kandidat kuat untuk mengisi dua kursi kemudi Manor. Rossi dinilai pantas karena memiliki segudang prestasi.
Sementara itu di saat yang bersamaan Manor tidak hanya membutuhkan driver hebat tetapi juga membutuhkan pembalap yang bisa menyuntikan dana. Rio Haryanto dinilai tepat karena dia sudah mendapatkan suntikan dana dari Pertamina sebesar lima juta euro atau sekira Rp75,8 miliar.
Nama Wehrlein muncul tidak lebih karena Mercedes memutuskan untuk menjadi pemasok mesin Manor. Dalam sebuah perjanjian tersebut, Mercedes memutuskan untuk memasok mesin dengan syarat salah satu pembalap mudanya bisa menjadi pembalap Manor.
Mengingat Manor membutuhkan duit lebih, maka kesempatan Wehrlein akhirnya sempat diragukan. Pihak Mercedes sendiri juga tidak berani mengeluarkan uang lebih dari empat juta euro (Rp60,7 miliar) sebagai mahar ke Manor. Tentu jika dibandingkan dengan pengeluaran Rio Haryanto, Wehrlein sudah seharusnya tidak dianggap oleh pihak Manor.
Itu pula yang membuat Toto Wolff sempat marah dengan Manor. Pada akhir 2015, Wolff sempat mempertanyakan keputusan Manor yang menarik bayaran tinggi untuk pembalapnya. Namun ia bisa paham bahwa tim Inggris tersebut membutuhkan dana lebih.
"Perekrutan pembalap seperti itu menghancurkan F1. Saya memang sudah mendatangi pemilik Manor dan ia mengatakan timnya tidak memiliki uang," ujar Wolff seperti diberitakan Speedweek pada akhir Desember 2015.
Kini Rio Haryanto memang masih memiliki kesempatan untuk membalap dengan Manor. Terbukti beberapa kali perwakilan Manor telah ke Indonesia untuk melakukan pembicaraan. Jika Rio bernar-benar bergabung, maka Rossi yang sudah digadang-gadang sejak musim 2015 belum berakhir harus gigit jari dan melupakan F1. (r12/okz)
Komentar Anda :