ITALIA bukan sekedar negara yang terkenal dengan arsitektur peninggalan masa lalu seperti Menara Pisa atau Colloseum tempat para gladiator bertarung di masa lalu. Negara yang juga dikenal dengan sebutan Negara Pizza itu juga banyak mengorbitkan atlet-atlet dan orang berbakat, yang mengabdikan diri mereka pada olahraga yang mereka cintai.
2015 telah berlalu dan Gazzettaworld (2/1/2016) merangkum 10 insan olahraga terbaik Italia sepanjang 2015. Banyak di antara mereka yang terlibat aktif dalam sepakbola dan beberapa lainnya di cabang lainnya.
Berikut 10 nama-nama tersebut:
1. Gianluigi Buffon (Juventus)
Usia boleh berumur 37 tahun. Tapi Buffon terus tampil konsisten menjaga gawang Juventus dan juga Timnas Italia sebagai kiper sekaligus kapten tim. Tak ada tanda dekadensi performa dari mantan kiper FC Parma itu.
Pada akhir musim 2014-2015 Buffon membawa Juve meraih empat scudetto beruntun dan Coppa Italia serta membawa tim ke final Liga Champions. Ia juga mampu memotivasi rekan-rekannya kembali ke jalur perebutan scudetto musim ini setelah terpuruk di awal musim.
2. Massimiliano Allegri (Juventus)
Pelatih Bianconeri yang menggantikan Antonio Conte musim lalu langsung menjaga stabilitas tim dengan meraih empat scudetto beruntun, Coppa Italia dan membawa ke final Liga Champions.
Allegri juga kaya akan variasi taktik dan punya tiga formasi yang kerap diterapkannya kepada Claudio Marchisio dan kawan-kawan. Ketiga pakem itu adalah 3-5-2, 4-3-1-2 dan 4-3-3. Eks peramu taktik AC Milan juga jenius meracik timnya musim ini yang banyak dihuni pemain baru.
3. Claudio Ranieri (Leicester City)
Datang menggantikan Nigel Pearson yang notabene eks manajer Leicester City dua musim lalu. Ranieri langsung memberikan sentuhan midasnya dan mengubah The Foxes jadi tim yang bertarung di papan atas klasemen.
Tiga pemain Leicester mencuat di bawah asuhannya. Mereka adalah Jamie Vardy, Riyad Mahrez dan Ngolo Kante.
4. Valentino Rossi (Movistar Yamaha)
Istilah usia menjadi hambatan tak berlaku bagi rider berumur 37 tahun. Rossi tetap menjaga konsistensinya di ajang MotoGP bersama Movistar Yamaha, bahkan ia nyaris merebut titel MotoGP 2015.
Rossi namun kalah dari rekan setimnya Jorge Lorenzo. Tak hanya itu, rivalitas Rossi bertambah sengit pada 2015 dengan rider Repsol Honda, Marc Marquez. Kegagalan tahun lalu tak menyurutkan niatnya untuk meraih titel MotoGP 2016.
5. Maurizio Arrivabene (Scuderia Ferrari)
Prinsipal Scuderia Ferrari baru datang di ajang Formula One (F1) 2015, namun keberadaan Arrivabene sudah cukup bagi fans melupakan Sergio Marchionne.
Ferrari berhasil bangkit di 2015 dan melawan dominasi Mercedes. Dua pembalap Ferrari Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen berhasil menempati peringkat tiga dan empat klasemen pembalap, sementara di kelas konstruktor berada di urutan dua di bawah Mercedes.
6. Sebastian Giovinco (Toronto FC)
Tak mudah bagi pemain asing datang ke kompetisi baru dan langsung tampil hebat di musim pertamanya. Namun Sebastian Giovinco mampu melakukan dan menarik atensi di Amerika Serikat kala bergabung dengan Toronto FC pada 2015.
Pemain mungil berusia 28 tahun dinobatkan sebagai pemain terbaik MLS (Major League Soccer). Pesepakbola berjuluk Atomic Ant total mencatatkan angka 38 untuk gabungan gol dan assist.
7. Gregorio Paltrinieri
Perenang muda Italia berusia 21 tahun. Paltrinieri menunjukkan penampilan dan performa yang sulit dikalahkan lawan-lawannya pada 2015.
Paltrinieri memenangi medali emas di kejuaraan European Short Course Swimming dan mencatatkan rekor baru di kategori renang 1.500 meter.
8. Luca Toni (Hellas Verona)
Juara dunia bersama Timnas Italia di 2006 telah berumur 37 tahun, tapi Toni mampu menjaga konsistensi permainannya di Serie A. Mantan penyerang Bayern Munich dan Juventus bahkan menjadi top skor Serie A musim lalu bersama bomber Inter Milan, Mauro Icardi.
Toni mencetak 22 gol dan mampu menjaga eksistensi Hellas di kompetisi teratas sepakbola Italia. Penyerang bertubuh jangkung itu masih kesulitan mengulang performanya di awal musim ini, namun yang terpenting Toni mampu menjaga permainannya di level tinggi.
9. Flavia Pennetta
Petenis veteran kelahiran Brindisi, Italia berusia 33 tahun tahu kapan harus pensiun. Pennetta yang pernah menempati ranking enam dunia meraih gelar US Open 2015 dan jadi satu-satunya gelar Grand Slam yang ia miliki.
Raihan itu bertambah sempurna karena Pennetta mengalahkan kompatriotnya Robert Vinci via straight sets. Kemenangan Grand Slam itu akan selalu dikenangnya
10. Tania Cagnotto
Diver terbaik Italia yang sudah merasakan berbagai gelar dan 2015 merupakan tahun terbaik bagi dara cantik berusia 30 tahun, yang pernah berkompetisi di empat event terpisah di Olimpiade.
Pada 2015 ia jadi perempuan perenang pertama yang memenangi medali emas di FINA World Championship dengan kemenangan di springboard satu meter dan berlanjut dengan raihan perunggu di even tiga meter.(r12/okz)
Komentar Anda :