www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Olimpiade Paris 2024
Pecah Tangis Carini Usai Kalah Lawan Petinju Biologis Pria Aljazair di 46 Detik
Jumat, 02-08-2024 - 08:39:54 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PARIS- Petinju Italia, Angela Carini, menangis setelah kalah melawan petinju biologis pria asal Aljazair yang turun di nomor wanita. Carini menyerah dalam waktu 46 detik.

Adalah Imane Khelif yang menjadi lawan Carini di babak 16 besar Olimpiade Paris 2024. Carini menyerah setelah mendapatkan pukulan kuat di hidung dalam pertarungan di North Paris Arena, Kamis (1/8/2024).

"Saya hancur berkeping-keping karena saya seorang pejuang. Saya selalu berusaha untuk berperilaku terhormat, saya selalu mewakili negara saya dengan kesetiaan," kata Carini selepas kekalahan yang dikutip dari The Guardian.

Khelif adalah salah satu dari dua petinju dengan biologis pria yang diizinkan bertarung pada nomor wanita di Olimpiade Paris 2024. Dia padahal didiskualifikasi dari kejuaraan dunia tinju wanita tahun lalu karena gagal menjalani tes testosteron dan kelayakan gender.

"Kali ini saya tidak berhasil karena saya tidak dapat bertarung lagi. Terlepas dari siapa yang ada di depan saya, siapa saya, yang tidak menarik bagi saya, terlepas dari semua keributan, saya hanya ingin menang. Saya ingin menghadapi orang yang ada di depan saya dan bertarung," Carini melanjutkan.

Carini menolak untuk menilai apakah pertarungan yang dilalui sudah adil. Wanita asal Naples itu cuma menegaskan bahwa kekalahan ini diterimanya dengan kepala tegak, meski perjuangannya demi mendiang sang ayah.

"Saya tidak di sini untuk menghakimi. Bukan hak saya untuk mengatakan apakah ini adil atau tidak. Saya hanya melakukan tugas saya," ujar Carini.

"Saya berhasil keluar dengan kepala tegak. Saya wanita dewasa; ketika saya merasa tidak bisa melanjutkan, itu bukan berarti menyerah, itu berarti memiliki harga diri untuk mengatakan cukup," tegasnya.(***)

Sumber: Cakaplah



 
Berita Lainnya :
  • Pecah Tangis Carini Usai Kalah Lawan Petinju Biologis Pria Aljazair di 46 Detik
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved