Kepala BPS Riau: Januari-Oktober 2017, Ekspor Riau Naik 21,22 Persen
Kamis, 08-02-2018 - 19:00:15 WIB
 |
| Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Aden Gultom |
Riau12.com-PEKANBARU-Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Aden Gultom menjelaskan periode Januari-Oktober 2017, ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 21,22 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya .
Menurutnya, kenaikan ini didominasi ekspor Non Migas, yang naik sebesar 28,05 persen. Sementara eksport migas malah menurun sebesar 6,97 persen. Ini disebabkan oleh turunnya ekspor minyak mentah sebesar 10,30 persen, meski hasil minyak naik sebesar 29,95 persen.
10 golongan barang utama non migas selama tahun 2017, berkontribusi sebesar 94,42 persen dari nilai totalnya. Sedangkan dari sisi pertumbuhan ke 10 golongan itu tumbuh sebesar 28,52 persen terhadap periode yang sama atau tahun 2016. Golongan barang yang dimaksud tersebut antaranya, Lemak dan minyak hewan/nabat, kertas dan karton, bubur kayu, (pulp), produk kimia, bahan kimia organik, ampas dan sisa industri makanan, makanan olahan, tembakau, buah-buahan, dan bahan-bahan nabati.
"Jika diangkakan, 10 golongan barang pada sektor non migas ini bernilai total US$ 2.476,04 juta pada periode Januari-Oktober 2017. Penyumbang terbesar yakni lemak dan minya hewan/nabati dengan total US$ 2.191 juta, diikuti kertas dan karton sebesar US$ 135, bubur kayu (pulp) US$ 107 juta dan bahan kimia organik sebasar US$ 50 juta," terang Aden Gultom.
Aden menyebut, perkembangan dan peran ekspor non migas di Riau menurut sektor, selama Januari-Oktober 2017 dibanding periode yang sama tahun 2016, mengalami kenaikan sebesar 28,05 persen. Kenaikan ini didominasi pertanian dan ekspor industri, dengan masing-masing sebesar 90,94 persen dan 27,85 persen.
"Dilihat dari kontribusinya terhadap total nilai ekspor pada Januari-Oktober 2017, ekspor non migas memberikan kontribusi sebesar 85,05 persen, sedangkan ekspor migas 14,95 persen. Besarnya peranan sektor non migas didukung oleh peran sektor industri sebesar 84,58 persen," tuturnya.(r12/rtc)
Komentar Anda :