www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Gubernur BI Rayu Jokowi Minta Nominal Rupiah Dirampingkan
Jumat, 21-07-2017 - 15:40:21 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA-Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, segera meminta waktu bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas mengenai keinginannya merampingkan nominal rupiah (redenominasi).

Dia mengaku telah membicarakan rencananya tersebut kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Laoly, dan Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Menurutnya, saat ini sangat tepat untuk melaksanakan perampingan nominal mata uang Garuda. Karena itu, dia sangat berharap Presiden Jokowi akan mendukung keinginannya untuk melakukan redenominasi rupiah.

"Kita sudah bicarakan dengan Menkeu, Menkum HAM, dan Menko Perekonomian. Kita akan meminta waktu kepada Bapak Presiden, kita harapkan Bapak Presiden akan mendukung redenominasi mata uang," katanya di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/7/2017).

Agus menjelaskan, saat ini stabilitas ekonomi dan politik cukup terjaga. Sehingga, kini menjadi waktu yang tepat untuk mngajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi Rupiah. Terlebih, hampir seluruh fraksi di Komisi XI DPR RI menyepakati redenominasi rupiah.

"Kita melakukan pertemuan dengan Komisi XI, hampir semua fraksi menyambut baik kalau seandainya ada usulan RUU Redenominasi Mata Uang. Kenapa? Karena kondisi politik juga demikian," imbuhnya.

Mantan Menteri Keuangan ini mengatakan, redenominasi rupiah bisa memberikan persepsi positif bagi Indonesia. Selain itu, redenominasi bisa menciptakan efisiensi dan konfiden yang lebih tinggi kepada ekonomi Indonesia.

"Karena kita adalah negara di antara beberapa negara yang USD1 sama dengan Rp13.000. Kalau di negara lain kan USD1 sama dengan 4 ringgit, atau SGD1,5. Sekarang kondisi ekonomi kita relatif baik, kalau kita nanti bisa mendapatkan persetujuan presiden, tentu kita akan bahas ini dengan DPR," terang Agus. (sindo)



 
Berita Lainnya :
  • Gubernur BI Rayu Jokowi Minta Nominal Rupiah Dirampingkan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved