www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Naik
Rabu, 30-03-2016 - 07:08:32 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU,Riau12.com-Awal bulan April, harga TBS sawit di Riau mengalami kenaikan. Kenaikan TBS pada pekan ini sebesar Rp 128,03 perkilogram.

Sekretaris Penetapan Harga TBS, Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Rusdi, menyebutkan kenaikan harga TBS pekan ini disebabkan anjloknya persediaan stok Crude Palm Oil (CPO) Malaysia, bahkan di bawah angka 2 juta ton.

"Kekeringan yang parah di Sabah mengejutkan pasar. Jika produksi di kuartal kedua terus memburuk, maka stok akan terus turun bahkan lebih rendah dari saat ini," katanya, Selasa (29/3/16).

Dia menambahkan, kontrak berjangka CPO, akhirnya bisa melanjutkan penguatan dan menjadi penutupan tertinggi sejak 20 Maret 2014, pada perdagangan pekan ini di Bursa Malaysia, Kuala Lumpur.

Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni 2016 ditutup menguat 1,43 persen atau 39,00 poin ke 2.762 ringgit atau setara dengan Rp 9,11 juta per ton.

Hal serupa juga terjadi diberbagai pasar lelang CPO di Indonesia yang juga mempelihatkan lonjakan harga siginifikan diakibatkan turunnya produksi CPO hampir di semua sentra produksi.

"Penyebab lainnya dipicu oleh langkah Amerika Serikat," sambungnya.

Dominasi negara Paman Sam itu untuk meningkat stok di dalam negeri pada saat harga CPO global sedang rendah. Pada kondisi yang sama penguatan mata uang AS juga menjadi faktor pendorong.

Sementara itu, tanaman kedelai di AS khususnya di negara bagian saat ini terserang penyakit sejenis jamur yang sudah dipastikan akan menyebabkan produksi yang berkurang secara signifikan.

Kenaikan harga minyak mentah menjadi dorongan sentimen positif yang mendorong harga CPO dalam trend menguat. Penguatan harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO meningkat permintaannya.

"Lonjakan harga CPO juga disebabkan menguatnya harga minyak di bursa Asia," kata Rusdi.

Harga minyak mentah berjangka AS untuk bulan depan juga naik 37 sen pada 39,83 per barel. Harga minyak mentah berjangka Brent bulan depan naik 24 sen menjadi USD 40,68 per barel.(r12/rt)



 
Berita Lainnya :
  • Pekan Ini, Harga TBS Sawit di Riau Naik
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved