www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
PGN: Defisit Pasokan Gas Bumi Nasional Diprediksi Meningkat hingga 2035
Selasa, 29-04-2025 - 09:46:18 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA — Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Arief Setiawan Handoko, mengungkapkan faktor utama di balik penurunan keseimbangan pasokan gas bumi nasional yang diproyeksikan terjadi pada periode 2025–2035.

"Kondisi defisit ini sudah mulai terjadi sejak 2025 dan dipengaruhi terutama oleh penurunan alami (natural decline) dari pemasok, yang belum dapat diimbangi dengan temuan cadangan baru maupun produksi dari lapangan gas bumi baru," kata Arief dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/4).

Arief menjelaskan, penurunan pasokan gas bumi diperkirakan terjadi di beberapa wilayah, yakni Sumatra Utara, Sumatra bagian selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Defisit pasokan gas, khususnya di Sumatra bagian selatan hingga Jawa Barat, sudah terjadi sejak tahun ini dengan angka mencapai 177 juta kaki kubik standar per hari (MMscfd). Defisit tersebut diprediksi terus membesar hingga mencapai 513 MMscfd pada 2035.

"Profil keseimbangan gas PGN dari 2025 hingga 2035 menunjukkan tren penurunan. Ini cukup mengkhawatirkan karena sejak 2025 defisit terus membesar hingga mencapai minus 513 MMscfd pada 2035," ujar Arief.

Sementara itu, untuk wilayah Sumatra bagian utara, kekurangan pasokan gas diprediksi mulai terjadi pada 2028 dan berlanjut hingga 2035, dengan defisit mencapai 96 MMscfd.

"Kalau dilihat dari tren 2025 hingga 2035, kekurangan pasokan gas di Sumatra bagian utara dan tengah mulai signifikan pada 2028," jelas Arief.

Menghadapi tren penurunan tersebut, Arief menekankan pentingnya mengamankan pasokan gas bumi tambahan melalui hasil regasifikasi LNG domestik.

"Sejak pertengahan 2024, kami sudah mengajukan permintaan kepada SKK Migas dan Kementerian ESDM untuk mendapatkan alokasi LNG (liquefied natural gas)," tambahnya, seperti yang dilansir dari mediaindonesia.(***)

Sumber: Halloriau



 
Berita Lainnya :
  • PGN: Defisit Pasokan Gas Bumi Nasional Diprediksi Meningkat hingga 2035
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved