www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Kecewa Harga Kelapa Tak Berpihak Petani, Gubri Minta Disbun Buat Standarisasi Harga Komoditi Perkebunan
Jumat, 07-03-2025 - 15:49:37 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU -Riau12.com- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menyampaikan kekecewaan atas surat yang dikeluarkan Penjabat (Pj) Gubernur Riau sebelumnya terkait harga kelapa yang tidak berpihak kepada petani kelapa.

Pasalnya, Surat Gubernur Riau Nomor B/500.1.1/047.1/DPP-SET/2025 yang meminta mitigasi atas kelangkaan kelapa tersebut berdampak terhadap harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir, yang sebelumnya Rp7.000 per kilogram (Kg) menjadi sekitar Rp5.000 per Kg.

"Saya sedikit kecewa dengan adanya surat Gubernur, ketika harga kelapa masyarakat rendah pemerintah tidak pernah ikut campur. Begitu kelapa mahal, baru ikut campur. Saya minta tolong cari suratnya. Saya ingin surat Nomor B/500.1.1/047.1/DPP-SET/2025 itu dicabut," ucap Gubri Abdul Wahid dengan nada kesal.

Gubri menyebut, ia setuju usaha dalam negeri harus dilindungi, terutama ketersediaan bahan baku. Namun kehadiran pemerintah hal ini tidak boleh setengah-setengah.

"Saya minta nanti ada standarisasi harga komoditas, tidak hanya sawit, tapi semua komoditas perkebunan seperti kelapa, kopi, karet dan lainnya dibuat standarisasi harga. Sehingga masyarakat bisa komplain jika harga komoditas yang dibeli tengkulak tidak sesuai harga standarisasi yang ditetapkan pemerintah," pintanya.

Untuk menetapkan standarisasi harga komoditas perkebunan, Gubri menyarankan Dinas Perkebunan Riau berkoordinasi dengan kabupaten kota, agar bisa disepakati harga yang tidak merugikan petani.

"Kemudian saya juga minta Dinas Perkebunan Riau menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkaitan dengan perkebunan, tetapi intinya jangan sampai membebani masyarakat," tutupnya.(***)

Sumber: Cakaplah



 
Berita Lainnya :
  • Kecewa Harga Kelapa Tak Berpihak Petani, Gubri Minta Disbun Buat Standarisasi Harga Komoditi Perkebunan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved