www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Biodiesel Mandatori, Harga CPO Diprediksi Akan Terus Alami Tren Bullish Pekan Ini
Senin, 23-09-2024 - 09:01:45 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA- Harga crude palm oil (CPO) diprediksi akan terus mengalami tren bullish pada pekan ini.

Menurut Research and Development ICDX Girta Yoga, beberapa faktor yang memengaruhi tren ini antara lain kondisi di negara penghasil utama, khususnya terkait kebijakan ekspor dan biodiesel mandatori, kondisi di negara pengimpor utama seperti India dan China, serta perkembangan pasar minyak kedelai.

Yoga menjelaskan, pasokan CPO di pasar global semakin ketat setelah data terbaru dari Malaysia menunjukkan adanya penurunan produksi sebesar 4% selama periode 1-15 September. Di samping itu, produksi CPO di Indonesia yang merupakan produsen terbesar dunia juga diperkirakan akan turun sebesar 1 juta ton pada tahun ini yang dipengaruhi oleh produktivitas.

"Selain itu, stagnasi lahan perkebunan dan peningkatan konsumsi domestik akibat kebijakan biodiesel mandatori turut menjadi faktor pendukung," kata Yoga, dikutip dari Investor Daily, Senin (23/9/2024).

Menurut Yoga, permintaan dari China berpotensi naik menyusul rencana pemerintah Indonesia untuk menurunkan bea ekspor CPO pada awal Oktober. Namun, permintaan dari India diperkirakan akan menurun karena kebijakan baru pemerintah India yang menaikkan pajak impor minyak nabati dan CPO hingga 20%.

Meski begitu, harga minyak kedelai juga diprediksi akan tetap bullish. Faktor utama yang mendorong harga minyak kedelai adalah gangguan transportasi akibat kekeringan parah, yang membuat permukaan air di Sungai Parana, jalur ekspor bagi sekitar 80% minyak nabati dan biji-bijian dari Argentina, hampir mencapai titik terendah.

Selain itu, laporan terbaru WASDE memperkirakan produksi kedelai di Amerika Serikat akan turun sebanyak 3 juta bushel.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Yoga memperkirakan harga CPO pada pekan ini berpotensi mencapai level resistance di kisaran 4.000-4.150 ringgit Malaysia per ton. Apabila ada katalis negatif, harga CPO kemungkinan akan turun menuju level support di sekitar 3.900-3.750 Ringgit Malaysia per ton.

Pada pekan lalu, harga CPO bergerak bullish dengan kenaikan sebesar 3,59%. Sepanjang September hingga akhir pekan ketiga, harga CPO tercatat menguat tipis sebesar 0,43%. Secara year to date (ytd), harga CPO mengalami peningkatan sebesar 7,92%.(***)

Sumber: Cakaplah



 
Berita Lainnya :
  • Biodiesel Mandatori, Harga CPO Diprediksi Akan Terus Alami Tren Bullish Pekan Ini
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved