Jokowi: Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Berada Disekitar Rp 16.100 Per Dolar As Pada 2025
Sabtu, 17-08-2024 - 08:41:09 WIB
Riau12.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.100 per dolar AS pada 2025.
"Nilai tukar rupiah diperkirakan akan berada di sekitar Rp 16.100 per dolar AS," ucap Jokowi saat menyampaikan pidato pengantar RAPBN 2025 dan nota keuangan, Jumat (16/8/2024).
Selain rupiah, Jokowi menyebut suku bunga surat berharga negara (SBN) 10 tahun berada di 7,1%.
"Pemerintah akan selalu responsive terhadap dinamika moneter dunia," ujarnya.
Sementara, harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan berada pada US$ 82 per barel.
“Lifting minyak diperkirakan mencapai 600.000 barel per hari dan gas bumi mencapai 1,005 juta barel setara minyak per hari,†kata dia.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2025 dalam RAPBN 2025. Pada 2025 akan menjadi transisi karena menjadi tahun pertama pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto.
Jokowi menambahkan, arsitektur APBN 2025 adalah pilar penting untuk menjaga keberlanjutan melalui penguatan berbagai program unggulan yang berkesinambungan dari pemerintah sekarang ke pemerintah yang akan datang.
APBN 2025 dirancang untuk menjaga stabilitas, inklusivitas, dan keberlanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Penyusunan RAPBN 2025 didasarkan pada asumsi dasar sebagai berikut, yakni inflasi akan dijaga pada kisaran 2,5%. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 5,2%. Karena kondisi ekonomi global yang masih relatif stagnan, pertumbuhan ekonomi kita akan lebih bertumpu pada permintaan domestik,†jelas Jokowi.
Dengan tingginya peran konsumsi masyarakat sebagai penopang pertumbuhan ekonomi, maka daya beli masyarakat akan dijaga ketat, dengan pengendalian inflasi, penciptaan lapangan kerja, serta dukungan program bansos dan subsidi.
Pemerintah juga akan terus mengupayakan peningkatan produk-produk yang bernilai tambah tinggi yang berorientasi ekspor, yang didukung oleh insentif fiskal yang kompetitif dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal.
“Bauran antara fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan dijaga untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas sistem keuangan,†pungkas Jokowi.(***)
Sumber: Cakaplah
Komentar Anda :