www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Potensi Produksi 3.000 Barel Per Hari, Sumber Migas Baru Ditemukan di Blok Rokan
Rabu, 17-07-2024 - 11:24:37 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan terus melakukan kegiatan eksplorasi yang masif pascaalih kelola Blok Rokan pada 2021. Hasilnya, PHR berhasil menemukan sumber minyak dan gas (migas) baru di Blok Rokan dengan potensi produksi hingga 3.000 barel minyak per hari (BOPD).

PHR menemukan sumber migas baru tersebut melalui pengeboran Sumur Eksplorasi Astrea-1 di Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

EVP Upstream Business PHR WK Rokan Andre Wijanarko mengatakan, sumur eksplorasi Astrea-1 ini merupakan bagian dari Komitmen Kerja Pasti (KKP) WK Rokan dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Sumur ini menargetkan reservoir utama pada Formasi Pematang Upper Red Bed.

Sumur tersebut dibor dengan profil directional menggunakan rig pengeboran darat, dimulai pada 10 April 2024, dan mencapai kedalaman akhir 7.158 kaki pada 23 Mei 2024.

Operasi Sumur Astrea-1 dilanjutkan pada tahap Uji Kandungan Lapisan (UKL) menggunakan rig workover pada 5 Juli 2024. Setelah serangkaian evaluasi formasi menggunakan e-line logging, PHR mengusulkan dua interval UKL.

“Pada tahap Uji Kandungan Lapisan pertama, Formasi Pematang Upper Red Bed berhasil memperoleh laju alir minyak lebih dari 3.000 BOPD. Penemuan sumur eksplorasi ini merupakan penemuan ketiga setelah sebelumnya menemukan migas di sumur Sidingin North-1 dan Pinang East-1, serta sumur Mibasa-1 yang mengindikasikan minyak,” jelas Andre, Rabu (17/07/2024).

UKL bertujuan mengetahui kandungan hidrokarbon ekonomis dari suatu lapisan dan karakteristik reservoir setelah pengeboran. UKL dilakukan dengan memproduksikan fluida melalui pipa bor.

Jika ditemukan hidrokarbon, laju alirnya diukur dan dialirkan menuju burn pit untuk dibakar karena keterbatasan fasilitas produksi pada tahap eksplorasi. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, dan mitigasi dampak sosial.

VP Explorations PHR, Suprayitno Adhi Nugroho, menjelaskan bahwa temuan migas di Astrea-1 merupakan hasil kolaborasi seluruh fungsi di WK Rokan dalam mendukung strategi eksplorasi perusahaan.

Pengeboran sumur Astrea-1 membuktikan konsep baru pengembangan area kompleks cluster prospek di WK Rokan dan akan dilanjutkan dengan evaluasi bawah permukaan melihat peluang stratigraphic trap di Formasi Pematang Upper Red Bed, Sub Cekungan North Aman, dan Sumatera Tengah.

“Penemuan minyak di Astrea-1 semakin menambah keyakinan para ahli geologi PHR dalam mencari sumber daya baru di area yang sudah sangat matang, di antara lapangan berproduksi dan telah diproduksikan puluhan tahun. Ini dilakukan untuk menjaga penurunan alamiah produksi minyak ke depan,” tambah Andre.

SKK Migas mengapresiasi capaian yang diraih PHR ini. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D Suryodipuro, mengatakan bahwa pengeboran sumur Astrea-1 merupakan bukti komitmen PHR untuk mencapai target dan meningkatkan produksi migas nasional.

“Komitmen pengeboran harus terus dijalankan oleh PHR dan KKKS lainnya untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” kata Hudi.

Menurut Hudi, temuan hidrokarbon minyak bumi dari Sumur Astrea-1 di Blok Rokan adalah kabar baik, terlebih bertepatan dengan peringatan 22 tahun kiprah SKK Migas dalam pengelolaan hulu migas di Indonesia.

Sebagai wujud implementasi Long Term Planning bagian reserve to production, penemuan ini akan terus ditindaklanjuti dan proses pengembangan akan terus berjalan sehingga terjadi peningkatan produksi yang masif.

Eksplorasi Subholding Upstream Pertamina gencar melakukan aktivitas eksplorasi migas di area yang telah ada untuk mendukung keberlanjutan produksi pada wilayah kerja yang mature, didukung dengan teknologi dan operasi yang andal.

Temuan cadangan ini sekaligus merupakan bagian penting dari program pemerintah di sektor energi nasional untuk mencapai target produksi minyak 1 juta barel per hari dan produksi gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030.(***)

Sumber: Cakaplah



 
Berita Lainnya :
  • Potensi Produksi 3.000 Barel Per Hari, Sumber Migas Baru Ditemukan di Blok Rokan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved