www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Sektor Pertanian, Sektor Primer Yang Cenderung Terus Menurun Kinerjanya
Jumat, 31-05-2024 - 15:30:53 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com- Pertanian adalah sektor primer dalam perekonomian. Dikategorikan sebagai sektor primer karena pertanian adalah sektor pertama yang digeluti oleh manusia setiap kali mereka memulai kehidupan di suatu wilayah, disamping hasil dari pertanian inilah yang berikutnya banyak digunakan oleh manusia dalam aktivitas di sektor-sektor yang lain.

Bahkan di tengah kemajuan teknologi dan industri yang begitu pesat saat ini, pemimpin negara-negara di dunia justru semakin sadar pentingnya penguatan sektor pertanian di negaranya masing-masing, salah satunya didasarkan pada kekhawatiran akan isu ketahanan pangan yang dapat mengancam kedaulatan negara mereka. Dengan semakin banyaknya populasi manusia dan semakin terbatasnya lahan akibat alih fungsi ke pemukiman dan aktivitas ekonomi lainnya, maka isu ketahanan pangan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup manusia.

Suatu negara dikatakan memiliki ketahanan pangan bila penduduknya tidak hidup dalam kelaparan atau ketakutan akan kelaparan. Sehingga negara berkewajiban menyediakan layanan terbaik bagi penduduknya agar dapat memenuhi kebutuhan pangannya secara mudah dan murah, baik dari segi volume, harga maupun akses. Demikian penting dan strategisnya issue ketahanan pangan ini, sampai banyak pihak yang menyebutkan bahwa ketahanan pangan ini erat kaitannya dengan stabilitas dan kedaulatan sebuah bangsa.

Sektor Pertanian, Sektor Primer Yang Cenderung Terus Menurun Kinerjanya

Indonesia telah mencanangkan Visi Indonesia Emas 204, yaitu menjadi "Negara Nusantara Berdaulat, Maju dan Berkelanjutan". Untuk mewujudkan visi ini, ditetapkan 5 target dan 8 misi (agenda) pembangunan. Diantara 8 misi (agenda) pembangunan itu adalah Transformasi Ekonomi Berupa Peningkatan Produktivitas Sektor Pertanian dan Kesehjateraan Petani".

Penetapan misi "Transformasi Ekonomi Berupa Peningkatan Produktivitas Sektor Pertanian dan Kesejahteraan Petani" ini tentu didasarkan pada harapan agar sektor pertanian tetap menjadi sektor andalan bagi perekonomian nasional di masa depan, dan saat yang sama juga didasarkan pada kondisi objektif saat ini, dimana sektor pertanian justru cenderung mengalami penurunan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung penting perekonomian. Secara nasional sektor pertanian memberikan share sebesar 13,57 persen terhadap PDB Nasional pada triwulan III 2023, atau nomor 2 terbesar setelah sektor industri pengolahan yang memberi share sebesar 18,75 persen. Strategisnya sektor pertanian di tingkat nasional juga terlihat dari jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor ini, dimana menurut hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Agustus 2023 ada 28,21 persen.

Di tingkat Provinsi Riau, sektor pertanian pada Triwulan III 2023 bahkan menjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan PDRB Riau, yaitu sebesar 26,60 %, disusul oleh sektor industri pengolahan sebesar 26,45 % dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 20,68 %. Kinerja sektor pertanian di Riau pada Triwulan III 2023 ini bahkan lebih tinggi dibanding triwulan yang sama pada tahun sebelumnya, dimana sektor pertanian menyumbang 24,58 persen dalam pembentukan PDRB saat itu. Nilai strategis sektor pertanian di Provinsi Riau juga terlihat dari jumlah tenaga kerja yang diserap di sektor ini. Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) pada Bulan Agustus 2023 yang lalu memperlihatkan sektor pertanian adalah sektor terbesar yang menyerap tenaga kerja di Provinsi Riau, yaitu sebesar 38,20 %. Jika serapan tenaga kerja menurut lapangan usaha pertanian digabung dengan lapangan usaha industri pengolahan yang mayoritasnya adalah industri manufaktur berbahan baku kelapa sawit, maka angkanya mencapai 46,09%.

Kinerja Sektor Pertanian Selama 10 Tahun Terakhir

Sebagai sektor penting dalam perekonomian, kinerja sektor pertanian dapat diukur salah satunya melalui kontribusi sektor ini terhadap pembentukan PDB/PDRB. Pada tahun 2013 ketika Sensus Pertanian 2013 dilaksanakan, secara nasional sektor pertanian memberi kontribusi sebesar 14,43 persen terhadap PDB.

Sementara pada tahun 2022 atau 1 tahun sebelum pelaksanaan Sensus Pertanian 2023, sektor pertanian memberi kontribusi sebesar 12,40 persen terhadap PDB nasional, atau turun sebesar 2,43 persen poin selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Dilihat dari sisi ketenagakerjaan, pada November 2013 sektor pertanian menyerap 34,18 persen angkatan kerja secara nasional, sedangkan berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Agustus 2023 sektor pertanian menyerap angkatan kerja sebesar 28,21 persen.

Artinya, persentase angkatan kerja yang bekerja di sektor pertanian menurun 5,97 persen poin selama kurun waktu 10 tahun terakhir.
Pada tingkat Provinsi Riau, pada tahun 2022 sektor pertanian memberi sumbangan sebesar 24,69 persen terhadap PDRB Riau. Sementara pada tahun 2013 ketika Sensus Pertanian 2013 dilaksanakan, sektor pertanian memberi sumbangan sebesar 28,23 persen terhadap PDRB Riau. Artinya sektor pertanian sumbangannya terhadap PDRB Riau menurun 3,54 persen poin selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Jika diukur dari sisi ketenagakerjaan di Provinsi Riau, pada tahun 2013 sektor pertanian menyerap sebesar 44,63 persen angkatan kerja di Provinsi Riau, sedangkan pada Agustus 2023 sektor pertanian menyerap angkatan kerja di Provinsi Riau sebesar 38,20 %. Artinya penyerapan angkatan kerja sektor pertanian mengalami penurunan sebesar 6,43 persen poin selama kurun waktu 10 tahun terakhir.

Survei Ekonomi Pertanian (SEP) 2024, Potret Detil Pertanian Nasional

Di tengah menurunnya kinerja sektor pertanian selama beberapa tahun terakhir, pemerintah menugaskan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melaksanakan kegiatan Survei Ekonomi Pertanian (SEP) yang akan berlangsung pada periode 1-30 Juni 2024. SEP sendiri pada dasarnya merupakan kelanjutan dari kegiatan Sensus Pertanian (ST) 2023. Disebut kelanjutan ST2023, karena SEP bertujuan untuk mengelaborasi karakteristik pertanian terutama dari aspek ekonominya. SEP sendiri bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai : karakteristik unit usaha pertanian, pendapatan dari kegiatan pertanian, pengeluaran unit usaha pertanian, investasi, keuangan, dan asuransi yang dimiliki oleh usaha pertanian, dan banyak informasi detil lainnya. Data yang dikumpulkan dalam SEP ini mencakup usaha pertanian perorangan (UTP), usaha pertanian berbahan hukum (UPB), dan usaha pertanian lainnya (UTL).

Data yang dikumpulkan dalam SEP 2024 ini nantinya akan dijadikan dasar evaluasi dan perencanaan tahunan dalam pembangunan sektor pertanian, baik pada skala nasional maupun daerah. Selain berguna untuk evaluasi dan perencanaan tahunan, data yang dikumpulkan juga akan berguna khususnya untuk merancang program-program pertanian, juga untuk mengetahui apakah pembangungunan sektor pertanian sudah on the track atau belumm kaitannya dengan pencapaian salah satu dari 8 agenda pembangunan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, yaitu "Transformasi Ekonomi Berupa Peningkatan Produktivitas Sektor Pertanian dan Kesehjateraan Petani". Semoga (***)

Sumber: Cakaplah.com




 
Berita Lainnya :
  • Sektor Pertanian, Sektor Primer Yang Cenderung Terus Menurun Kinerjanya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved