www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Harga Minyak Menguat, Sebab Ritel AS Januari Turun Lebih Banyak dari yang Diperkirakan
Harga Minyak Menguat, Sebab Ritel AS Januari Turun Lebih Banyak dari yang Diperkirakan
Jumat, 16-02-2024 - 09:26:18 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-New York- Harga minyak mentah dunia menguat lebih dari 1% dan menghapus tren penurunan sebelumnya terkait perkiraan permintaan pasokan yang melemah di 2024. Harga minyak menguat dikarenakan data penjualan ritel AS pada Januari turun lebih banyak dari yang diperkirakan.

Melansir CNBC International Jumat (16/2/2024), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat US$ 1,39 (1,8%) menjadi US$ 78,03. Kemudian, minyak mentah berjangka Brent ditutup naik US$ 1,26 (1,5%) menjadi US$ 82,86 per barel.

Minyak berjangka turun sekitar 1% di awal sesi perdagangan setelah Badan Energi Internasional yang berbasis di Paris memperkirakan permintaan akan tumbuh sebesar 1,2 juta barel per hari di 2024, turun hampir 50% dari pertumbuhan 2,3 juta barel per hari pada tahun 2023.

Sementara itu, pasokan diperkirakan akan melebihi permintaan dan tumbuh sebesar 1,7 juta barel per hari tahun ini terutama didorong oleh peningkatan produksi di AS, Brasil, Kanada, dan Guyana, menurut IEA.

“Fase pertumbuhan permintaan minyak global pasca-pandemi yang ekspansif sebagian besar telah berakhir,” tulis IEA dalam laporan pasar minyak bulan Februari, Kamis (15/2/2024).

Analis pialang minyak PVM Tamas Varga menyebut penurunan di awal sesi adalah reaksi spontan terhadap laporan IEA.

“Meskipun pertumbuhan permintaan tahun ini akan jauh lebih lambat dibandingkan 2023, persediaan minyak global masih akan menurun sepanjang tahun ini jika OPEC mempertahankan produksinya tetap rendah, seperti yang diharapkan,” kata Varga.

Diketahui, OPEC memperkirakan pasar minyak akan lebih ketat di 2024 dengan permintaan meningkat sebesar 2,2 juta barel per hari, melampaui pertumbuhan produksi sebesar 1,2 juta barel per hari di luar kelompok tersebut.

Sumber: Cakaplah.com



 
Berita Lainnya :
  • Harga Minyak Menguat, Sebab Ritel AS Januari Turun Lebih Banyak dari yang Diperkirakan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved