BEI KP Riau Gelar Press Conference Webinar PUBEX 2019
Rabu, 28-08-2019 - 20:30:15 WIB
Riau12.com, PEKANBARU-Bersama jurnalis ekonomi di Riau, Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Riau menggelar Press Conference Webinar Public Expose (PUBEX) 2019, Rabu (28/8/19). Menurut Kepala Kantor Perwakilan BEI Riau, Emon Sulaiman, Public Expose adalah suatu pemaparan umum kepada publik untuk menjelaskan mengenai kinerja Perusahaan Tercatat dengan tujuan agar informasi mengenai kinerja perusahaan tersebut tersebar secara merata.
"Setiap Perusahaan Tercatat wajib melakukan Public Expose sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, BEI membantu Perusahaan Tercatat memenuhi kewajiban pelaksanaan Public Expose dengan mengadakan rangkaian Public Expose.
Public Expose Live 2019 akan dilaksanakan pada tanggal 19 – 21 dan 26 – 28 Agustus 2019 di Jakarta namun dapat disaksikan secara langsung oleh investor ritel dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, investor dapat berinteraksi dengan Manajemen Perusahaan Tercatat secara langsung melalui aplikasi webinar.
" Press Conference Webinar PUBEX Live 2019 digelar via aplikasi webinar ZOOM di BEI Kantor Perwakilan Riau," terang Emon.
Menurutnya, Press Conference Webinar PUBEX Live 2019 diikuti oleh hampir seluruh Kantor Perwakilan BEI di daerah. Seperti BEI Riau, Bangka Belitung, KP Sulsel, KP NTB, KP Sumut, KP Banten, KP Sulut, KP Jambi, KP Solo, KP Maluku, KP Sulteng, KP Kepri, KP Bengkulu, KP Bangka Belitung.
"PUBEX Live 2019 ini di mulai tanggal 19 Agustus Pubes (public ekspose). Ini wajib sekali setahun. Tahun ini kita pakai teknologi wibinar supaya cakupannya lebih luas. Bursa mengambil secara life. Ini juga dalam rangka 42 tahun BEI. Khusus untuk 42 perusahaan (emiten). Pelaksanana pubes kita di sahre melalu digital. Setiap emiten bisa mendaftar dengan jumlah peserta 1000 investor," katanya.
Perkembangan Pasar Modal di Riau
Perkembangan pasar modal di Riau Juli 2019 adalah jumlah investor mencapai 2.647 investor. Angka ini kalau dibanding Juli tahun sebelumnya naik 11%. Kalau dilihat dari angka terakhir bulan juli 2019 dari 2018 sampai 17,8%.
" Jumlah transaksi mencapai Rp 643 miliar per bulan. Kalau dilihat periode pilpres biasanya indek naik dibandingkan 2 periode sebelumnya. Tapi tahun ini enggak. Karena rentang waktu pelaksanaan pilpres agak lama plus ada proses di MK. Tidak hanya itu, ada banyak faktor yang berpengaruh. Di luar negeri juga ada banyak pengaruh secara internasional," terangnya.
Kemudian, tambahnya, di minggu ini ada isu rencana pemindahan ibu kota, walau belum putus di DPR. Mau tak mau kalangan industri akan merespon.
Disinggung investor di kalangan milenial, Emon mengatakan bahwa kalau kita lihat di daerah biasanya semester 2 pertumbuhan investor cukup banyak.
"Biasanya mahasiswa banyak yang buka rekening. Pertumbuban investor muda sampai 120% jika dibanding tahun sebelumnya (2017) untuk data 2018. Pasar modal sudah jadi tren di anak muda ada perubahan dan pergerakan investasi. Karena sudah merambah pada digital dan ada akselerasi Internet," pungkasnya.(rtc)
Komentar Anda :