www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Aktivis AMMIA Tolak Dua Perusahaan Ritel di Kampar
Rabu, 07-11-2018 - 10:55:12 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com, BANGKINANG - Belasan pemuda dan mahasiswa mengatasnamakan Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kabupaten Kampar melakukan aksi dalam upaya menolak keberadaan Indomaret dan Alfamart di Kabupaten Kampar.

Dalam aksi hari ini, Selasa (6/112018), massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Menolak Indomart dan Alfamart (AMMIA) mendatangi kantor Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (PPTPM) Kabupaten Kampar.

David selaku Sekjen FKMKI serta Koordinator Issue BEM se-RIAU dan juga koordinator aksi mengatakan secara tegas bahwa pihaknya dan masyarakat Kampar menolak dua perusahaan ritel ini.

"Usaha retail ini sangat merugikan masyarakat Kampar terutama pedagang kecil atau pedagang kios," ungkap David.

Dalam aksi yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut disambut oleh Sekretaris Dinas PPTPM. Sekretaris Dinas PPTPM menunjukkan kepada beberapa orang perwakilan mahasiswa tersebut data atau jumlah usaha retail modern yang dimaksud yakni Indomaret dan Alfamart yang sudah mendapatkan izin operasional di Kabupaten Kampar.

Khairati selaku Sekjen BEM STIE Bangkinang mengatakan, ada sekitar 14 izin yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar untuk operasionalnya.

"Empat belas izin yang sudah dikeluarkan tersebut diantaranya empat izin untuk Alfamart dan sepuluh izin untuk Indomaret," ucap mahasiswi yang juga Sekjen BEM STIE Bangkinang tersebut.

Setelah melakukan aksi di kantor Dinas BPPTPM, masa aksi melanjutkan aksinya di kantor DPRD Kabupaten Kampar dan mendapati kantor wakil rakyat tersebut dalam keadaan kosong dan tidak satu orangpun anggota DPRD Kampar ada di gedung tersebut.

David mengatakan sangat kecewa dengan anggota dewan yang jarang terlihat di kantor. ""Lihatlah gedung ini kosong, tanpa ada satu orangpun wakil rakyat disini. Bagaimana rakyat ingin mengadu dan menitipkan aspirasinya, ketika di gedung ini para anggota dewan tidak ada," teriak David. Ia menilai anggota dewan mandul.

Setelah mendapati gedung DPRD Kampar dalam keadaan kosong, sejumlah masa aksi membubarkan diri dengan tertib.(rtc)



 
Berita Lainnya :
  • Aktivis AMMIA Tolak Dua Perusahaan Ritel di Kampar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved