www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Dugaan 11 Proyek di Kemenristekdikti Bernilai Ratusan Miliar Bermasalah
Senin, 06-08-2018 - 11:09:16 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA-Diduga Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) bermasalah. Belasan proyek yang dilaksanakan pada tahun 2016 melalui satuan kerja Universitas Brawijaya. Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman punya catatan terkait 11 proyek bernilai ratusan miliar Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) yang bermasalah, belasan proyek ini dilaksanakan pada tahun 2016 melalui satuan kerja Universitas Brawijaya 1. Pembangunan gedung parkir dan perkantoran Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) Tahap I, pelaksana proyek PT Liwaus Sabena. Nilai kontrak Rp14.227.227.000 waktu pengerjaan selama 150 hari, namun dalam pelaksanaannya terlambat selama 34 hari. 2. Pembangunan Gedung Utama FEB Tahap IV, Gedung Baru Program Pascasarjana FH Tahap IV, Gedung Sentral FP Tahap III dan Gedung B PTIIK Tahap III, pelaksana proyek PT Nindya Karya. Nilai kontrak sebesar Rp76.363.968.000. Dalam perjalanannya ada kenaikan kontrak menjadi sebesar Rp78.186.435.000, proyek ini juga mengalami keterlambatan selama 57 hari padahal dalam perjanjian harus selesai 165 hari. 3. Pembangunan Gedung B Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, pelaksana proyek PT Surya Sarana Sentosa. Nilai kontrak sebesar Rp13.228.000.000, waktu pengerjaan 110 hari, dalam pelaksanaannya terlambat selama 50 hari. 4. Pembangunan gedung kuliah jurusan teknik pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, pelaksana proyek PT Panca Kartika Jaya. Nilai kontrak sebesar Rp18.648.050.000, waktu pengerjaan 210 hari dalam pelaksanaannya terlambat 30 hari. 5. Pembangunan gedung parkir sepeda motor Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, pelaksana proyek CV Adhijaya Sakti dengan nilai kontrak sebesar Rp1.799.752.000, waktu pengerjaan 60 hari, terlambat 30 hari. 6. Pengembangan laboratorium Sumber Sekar Universitas Brawijaya, pelaksana proyek CV Banyu Mili dengan nilai kontrak sebesar Rp690.390.000. Waktu pengerjaan 60 hari ada keterlambatan selama 25 hari. 7. Pembuatan sumur bor dan tower kampus II Universitas Brawijaya Dieng, pelaksana proyek CV Cipta Karya Abadi Rp986.274.300.Proyek ini terlambat 30 hari dari perjanjian yang seharusnya 75 hari 8. Pembangunan laboratorium entrepreneurship terpadu tahap IV Universitas Brawijaya. Pelaksana proyek PT Citra Mandiri Cipta dengan nilai kontrak sebesar Rp8.555.500.000, mengalami keterlambatan selama 50 hari, dari yang seharusnya 120 hari.  9. Pembangunan gedung UPT Brawijaya Smart School (BSS) Universitas Brawijaya, pelaksana proyek PT Cipta Prima Selaras dengan nilai kontrak sebesar Rp3.178.000.000. Ada keterlambatan kerja selama 50 hari dari waktu pengerjaan yang seharusnya 120 hari 20. Pembangunan laboratorium riset (GMP dan GLP) tahap II Universitas Brawijaya, pelaksana proyek PT Saka Graha Indonesia dengan nilai kontrak Rp6.702.691.000. Pengerjaan terlambat 24 hari dari waktu pengerjaan yang ditentukan 60 hari. 11. Terakhir proyek pembangunan gedung baru 12 lantai tahap II Fakultas Ilmu Adminitrasi (FIA) Universitas Brawijaya. Dilaksanakan PT Menara Agung Pusaka, nilai kontrak awal Rp44.260.000.000 kemudian dalam perjalanan ada perubahan dan naik menjadi Rp46.374.000.000. Proyek yang seharusnya selesai dalam 180 hari, dalam praktiknya terlambat 49 hari. Dalam proyek ini juga PT Menara Agung Pusaka terlambat memasang lift selama 62 hari. "Kesebelas proyek di atas jika ditotal menghabiskan uang negara sebesar Rp192.576.319.300. Kami menduga ada kongkalikong antara oknum Kementerian Ristekdikti dengan swasta dan berpotensi merugikan negara. Hal ini terlihat dari pelaksanaan proyek yang tidak sesuai perjanjian (selalu mengalami keterlambatan)," ungkap Jajang melalui siaran pers, Senin (6/8/2018). "Berdasarkan data di atas, kami mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka penyelidikan terkait proyek di atas serta panggil Menteri Ritekdikti Mohamad Nasir untuk dimintai keterangan," tambahnya. Sumber : Esensinews.co/penyalainews.com



 
Berita Lainnya :
  • Dugaan 11 Proyek di Kemenristekdikti Bernilai Ratusan Miliar Bermasalah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved