Gunakan 2 Mobil Hindari Razia di Jalan
Kurir 4 Kilogram Sabu Berbungkus Teh Cina yang Ditaringkus Polda Riau
Jumat, 16-03-2018 - 14:12:13 WIB
Riau12.com-PEKANBARU-Secara cepat, aparat Satuan Reserse Narkoba Polda Riau ringkus AP alias Anto dan RH Rudi, di jalan lintas Sumatera, daerah Kandis Kilometer 82 Kabupaten Siak. Mereka ditangkap membawa sekitar empat kilogram Sabu yang dikemas ke dalam teh Cina.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Hariono didampingi wakilnya AKBP Andri Sudarmadi, Jumat (16/3/2018) siang menuturkan, Sabu tersebut berasal dari Bengkalis, dan rencananya dibawa ke Kota Pekanbaru. Terendusnya bisnis ini, setelah jajarannya melakukan penyelidikan selama satu bulan.
"Hari Minggu kemarin kita dapat informasi bahwa akan ada pengiriman paket Sabu dari Bengkalis ke Pekanbaru. Tim turun dipimpin Wadir Narkoba. Keduanya berhasil kita tangkap saat di perjalanan. Mereka pakai dua mobil rentalan," ungkapnya.
Masing-masing mobil ini antara lain Ertiga dan Karimun. Anto dan Rudi memang sengaja menggunakan dua kendaraan agar tidak diketahui polisi. Mobil Karimun berada di depan dan bertugas sebagai pemantau, apakah ada razia di jalan. Disusul beberapa kilometer di belakangnya mobil Ertiga.
"Kalau ada razia di jalan, kurir yang mengendarai Karimun langsung menghubungi ke rekannya di mobil Ertiga. Begitu pola dan modus mereka berdua. Mobil ini dirental," lanjut Kombes Hariono di kantornya, Jalan Prambanan Kota Pekanbaru, Riau.
Pasca ditangkap Senin kemarin, Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau sempat melakukan pengembangan, untuk melacak siapa yang memesan barang haram tersebut. Namun sayang, Rudi dan Anto mengaku tidak kenal, karena hanya berkomunikasi lewat telepon.
"Caranya masih sama, yakni dengan komunikasi terputus. Kita sempat lacak siapa yang memesan ini di Pekanbaru, namun tidak ditemukan. Pengakuan keduanya, mereka hanya berkomunikasi via telepon dan disuruh menjemput Sabu untuk diantar ke Pekanbaru," lanjutnya.
Adapun serah terima Sabu seberat hampir empat kilogram ini dilakukan di daerah Bukitbatu, antara Rudi dan Anto dengan si penyuruh. "Jadi pengakuannya mereka tidak saling kenal. Hanya dibayar untuk melakukan pengantaran. Kita akan coba terus dalami," yakin Kombes Hariono.
Untuk diketahui, Sabu ini dibagi-bagi menjadi empat bungkus, lalu dikemas ke dalam teh Cina. Tak cukup di situ, teh Cina ini kemudian dibungkus dengan koran, agar tidak terendus oleh pihak berwajib. Diduga, ini berasal dari luar negeri yang masuk melalui wilayah perairan di Riau. (grc)
Komentar Anda :