Aneh Tapi Nyata, Pemancing Ini Tewas Tersedak Ikan Kepala Batu Di Pelalawan
Minggu, 30-07-2017 - 17:55:12 WIB
Riau12.com-Roza Zai (40), pekerja PT Adei Plantations di Pelalawan meninggal akibat Ikan Betik yang menyangkut di kerongkongannya. Kematian Roza ini bisa dibilang paling ganjil dan sulit dipercaya, tapi nyata terjadi.
Tadi malam, Sabtu (29/7/17) sekitar pukul 20.45, WIB nyawa perantau asal Nias tersebut tak bisa diselamatkan. Ia tewas akibat Ikan kepala Batu atau yang lazim disebut masyarakat lokal dengan nama Ikan Betik yang menyangkut di kerongkongannya. Sumbatan ikan tersebut memutus saluran udara ke paru-paru, sehingga ia tak bisa bernafas. Padahal, jenis ikan berhatat di rawa-rawa tersebut baru saja berhasil ditangkapnya pakai pancing.
Pasti membungungkan. Mengapa Ikan Betik tersebut bisa menyumbat tenggorokan Roza Zai? Kalau ikan itu dimakan, kapan masaknya, kan baru ditangkap dari rawa-rawa pakai pancing?
Dari informasi yang beredar, ikan itu melompat ke dalam mulut korban saat hendak dimatikan dengan cara digigit. Roza merasa jengkel karena ikan tersebut tak mati-mati. Padahal, selebar dan sepanjang dua jari orang dewasa itu memang jenis ikan paling tahan berada di darat. Bisa hidup berjam-jam meskipun tak berada di air.
Sebelum digigit, ikan tersebut sudah dibanting dan diinjak-injak, tapi tetap tak mati. Padahal, ia hendak melanjutkan memancing tanpa harus merasa khawatir ikan yang sudah ditangkap kembali loncat ke rawa-rawa.
Saat tersangkut di tenggorokan, ikan tak bisa dikeluarkan karena di bagian punggungnya dipenuhi duri, sehingga saat ditarik menyangkut.
Humas PT Adei Plantations, Budi Simanjuntak membenarkan kematian salah seorang karyawan perusahaannya akibat tersedak Ikan Betik yang menyumbat saluran nafasnya.
Menurut Budi, korban sempat ditolong beberapa pekerja yang mincing bersamanya untuk dilarikan ke Rumah Sakit Amelia Medika Pangkalan Kerinci, namun nyawanya tak terselamatkan.
"Saat dilakukan operasi mengeluarkan ikan dari kerongkongan, nyawa korban pun tidak tertolong lagi," papar Budi. (r12/rt)
Komentar Anda :