Hal Sepele, Karyawan PT Indofood Pekanbaru Tewas dengan 8 Luka Tusukan Ditangan Temannya Sendiri
Sabtu, 10-12-2016 - 07:09:29 WIB
Riau12.com - PEKANBARU - Nofriadi (28), karyawan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk di Jalan KH Nasution Pekanbaru tewas mengenaskan karena mengalami 8 luka tusukan usai ditikam Rafki Abdul Gani (32), temannya sesama karyawan di TKP, Jum'at (09/12/16) pukul 23.00 WIB. Kepastian itupun disampaikan Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, AKP Sihol Sitinjak berdasarkan visum di RS Syafira.
"Korban tewas dengan 8 tusukan di tubuhnya. Satu tusukan di lengan kanan, satu tusukan di perut tepat di pusar, dua luka tusukan di dada, satu di punggung, dua tusukan di kaki dan satu tusukan lagi di pantat," katanya di Mapolsek Bukit Raya, Sabtu (10/12/16) dinihari.
Menurutnya, kematian korban sendiri diawali karena pertengkarannya dengan tersangka. Penyebabnya pun sangatlah sepele, korban marah kepada tersangka karena tersangka sengaja menyembunyikan kode lot (kode produksi) penuangan tepung di lokasi kejadian. Meski sempat saling beradu mulut, namun karena sudah sama-sama emosi, tersangka jadi gelap mata dan langsung mengambil pisau di sekitar TKP dan menikamkannya ke tubuh korban.
"Korban sempat minta tolong pada karyawan yang lain, tapi tak ada yang berani menolong karena takut melihat tersangka sudah memegang pisau. Mayat korban juga sudah dibawa ke RS Syafira," sebutnya.
Sihol menambahkan, atas perbuatannya itu tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Sebelumnya, suasana PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk di Jalan KH Nasution Pekanbaru mendadak gempar atas peristiwa kematian salah satu karyawannya, Nofriadi (28). Bagaimana tidak, warga Jalan Suka Karya, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan tersebut tewas mengenaskan setelah ditikam oleh temannya sesama karyawan di TKP, Rafki Abdul Gani (32), Jum'at (09/12/16) pukul 23.00 WIB.
Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Bukit Raya, AKP Sihol Sitinjak, sebelum tewas, korban memang sempat berkelahi dengan tersangka karena dipicu masalah sepele. Dimana beberapa saat sebelum perkelahian berujung kematian itu terjadi, tersangka terlebih dulu menyembunyikan kode lot atau kode produksi di gudang penuangan tepung di tempatnya bekerja.(r12/rt)
Komentar Anda :