www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Ketua Ormas Islam Di Riau Bantah KDRT, Ungkap Kronologinya
Selasa, 24-09-2024 - 14:54:04 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU - Ketua Ormas Islam di Provinsi Riau, Purwaji, membantah tudingan yang menyebutkan dirinya melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan berinisial FW.

Menurut Purwaji, perbuatan yang dilakukannya bukan KDRT, tetapi upaya mencegah penganiayaan membabi buta yang dilakukan FW kepada istrinya EOA yang terjadi pada 16 Maret 2024 di Jalan Karet  Pekanbaru. 

Purwaji menegaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Ramadhan, saat istri keduanya yang berinisial EOA datang mencarinya ke rumah di Jalan Karet.

"FW mendadak menyerang membabi buta dengan cara menjambak, memukul, menendang dan mengumpat dengan kata-kata kasar," ujar Purwaji, Selasa, 24 September 2024.

Purwaji yang tak ingin penganiayaan itu berakibat fatal, lalu mencoba melerai. FW yang mengamuk terpaksa ditarik dan dijatuhkan, kemudian dikunci di dalam kamar. 

Purwaji mengaku berupaya mengevakuasi EOA dan memisahkannya dari FW yang mengamuk.

"Naik mobil Innova tetap dihalang halangi oleh FW dengan cara menahan kunci mobil," katanya.

"Pada saat itulah PW sengaja merobek baju saya agar punya jeda waktu untuk membawa EOA pergi dari tempat itu tapi FW tetap kembali mengejar dan melakukan kekerasan kepada EOA," tambahnya.

Akibat kekerasan yang dilakukan FW, EOA pingsan dan dievakuasi polisi dibantu warga ke RS Awal Bros Pekanbaru. Sementara Purwaji sudah tidak sanggup melerai aksi FW pergi meninggalkan rumah. 

"EOA di RS Awal Bros mendapat penanganan medis dan luka-lukanya di foto oleh dokter di UGD. Saat ini EOA akhirnya memutuskan melaporkan aksi penganiayaan FW ke polisi setelah sebelumnya upaya korban melaporkan ke polisi tapi saya larang," tegasnya. 

Akibat penganiayaan itu EOA mengalami luka-luka dan kehilangan barang-barang miliknya, yakni satu HP dan sepatu.(***)

Sumber: Riauonline



 
Berita Lainnya :
  • Ketua Ormas Islam Di Riau Bantah KDRT, Ungkap Kronologinya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved