www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Kagum akan Istana Kerajaan Darussalam di Kampar, Edy : Cagar Budaya Ini Harus Dipromosikan
Selasa, 10-04-2018 - 16:15:12 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-KAMPAR-Keberagaman budaya di Provinsi Riau ternyata banyak meninggalkan sejarah. Salah satunya bekas Istana Kerajaan Darussalam yang terletak di Gunung Sahilan Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Disela-sela kampanye Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Riau Edy Nasution menyempatkan mampir melihat kondisi istana kerjaan yang sudah menjadi cagar budaya.

Edy Nasution kagum Istana Kerjaan Darussalam yang semua dindingnya terbuat dari kayu. Edy Nasution juga melihat-lihat benda-benda bersejarah, seperti meriam kecil atau lelo (sebutan masyarakat tempatan), kendi, gong hitam, tombak, pedang, payung kerajaan, dan guji.

"Cagar budaya ini merupakan salah satu bukti keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Cagar budaya ini tentunya harus dilestarikan dan dipromosikan. Promosi dilakukan untuk memperlihatkan sejarah yang ada di Riau kepada dunia," kata Edy Nasution.

Dikatakan Edy Nasution, sejarah yanga ada di Riau ini ternyata memiliki keterkaitan dengan peninggalan sejarah lainnya yang ada di Riau. Candi Muara Takus yang ada di Kabupaten Kampar juga merupakan bukti peninggalan sejarah yang mendunia. Sama halnya dengan Istana Siak yanga da di Kabupaten Siak.

"Untuk itu, alangkah baiknya kita menjaga keberagaman dalam kebhinekaan. Di Riau sudah banyak keberagaman budaya untuk dipersatukan dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)," ujar Edy Nasution.

Konon Istana Kerajaan Darussalam ini tidak hanya memiliki keindahan bangunan yang bernuansa melayu. Namun ada hawa mistis yang terdapat di dalam tempat ini. Menurut keyakinan masyarakat Gunung Sahilan, di dalam Istana Kerajaan terdapat sebuah payung yang apabila dibuka maka desa disekitar Gunung Sahilan akan turun hujan.

Juga terdapat juga sebuah guji, yang pada musim kemarau guji tersebut akan terisi penuh dan jika pada musim hujan guji tersebut akan kosong. Istana ini di perkirakan dibangun sekitar tahun 1940.

"Kalau situs ini tidak dirawat dengan baik, maka anak cucu kita tidak akan bisa melihat bukti sejarah. Hal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah provinsi. Bagaimana menginventarisasi situs-situs budaya yang ada di Riau," ungkap Edy Nasution.



 
Berita Lainnya :
  • Kagum akan Istana Kerajaan Darussalam di Kampar, Edy : Cagar Budaya Ini Harus Dipromosikan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved