Sinyal Dukungan SBY untuk Jokowi dan Jawabannya sebagai Demokrat yang Bukan Otoriter
Minggu, 11-03-2018 - 08:00:00 WIB
Riau12.com-BOGOR-Ada kejutan di pembukaan Rapimnas Partai Demokrat di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (10/3/2018).
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberi sinyal dukungan kepada Presiden Joko Widodo di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019.
"Jika Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, menakdirkan, sangat bisa Partai Demokrat berjuang bersama Bapak (Jokowi)," ujar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sambutannya.
Presiden ke-6 Republik Indonesia itu kemudian menyampaikan pengalamannya dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004 dan 2009 lalu.
SBY menuturkan koalisi dalam pemenangan pilpres bisa berjalan secara baik jika memiliki kerangka kebersamaan yang tepat.
Ia meyakini Presiden Jokowi memahami hal tersebut karena pernah mengikuti Pilpres 2014.
"Tentu Bapak (Jokowi) memahami, perjuangan bersama apapun namanya, koalisi atau aliansi, akan berhasil jika kerangka kebersamaannya tepat," imbuh dia.
Selain itu SBY menyinggung soal visi, misi, dan platform pemerintahan Indonesia 2019-2024 juga harus tepat serta disusun secara bersama.
"Tentu Partai Demokrat ikut menjadi bagian dalam menyusun agenda dan platform pemerintahan ke depan," kata SBY.
Menurutnya, rasa saling percaya dan menghargai harus dijaga agar koalisi bisa menghasilkan sesuatu yang baik.
"Sebuah koalisi yang Insyaallah berhasil, harus solid dan kuat. Di antara kami harus saling percaya dan menghormati. Mutual respect dan trust," tambah SBY.
Lebih lanjut ia menegaskan koalisi juga masalah hati. "Koalisi adalah masalah hati. Kita harus bersama-sama bersedia membangun koalisi satu sama lain. Partai Demokrat siap untuk membangun koalisi seperti itu," tegas SBY.
Namun dalam kesempatan itu SBY belum menyampaikan sosok calon presiden dan calon wakil presiden dari Partai Demokrat.
"Insya Allah dalam Pilpres 2019, Partai Demokrat akan mengusung pasangan capres dan cawapres paling tepat dan paling baik. Beberapa bulan mendatang, akan kami umumkan pasangan calon tersebut," katanya.
Gayung bersambut, Presiden Jokowi mengajak seluruh kader Partai Demokrat untuk bersama-sama menjalankan agenda pemerintahan ke depan.
"Saya ingin mengajak keluarga besar Partai Demokrat, bersama-sama kami menjalankan agenda bersama," ucap Presiden Jokowi dalam sambutan yang disampaikan setelah pidato SBY.
Bukan Otoriter
Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menyinggung mengenai tudingan melalui sosial media yang menyebut dirinya seorang pemimpin otoriter.
"Saya bukan pemimpin otoriter. Saya ini seorang demokrat. Ciri-ciri demokrat kan bisa jadi pendengar yang baik, menghargai pendapat orang lain, menghargai perbedaan tanpa menjadikan sumber permusuhan. Saya punya ciri-ciri itu," ujar Jokowi.
Oleh karena itu Presiden Jokowi menyebut dirinya beda tipis dengan SBY. "Saya dan Pak SBY ini beda-beda tipis banget. Kalau saya seorang demokrat, Pak SBY tambah satu, yaitu Ketua Partai Demokrat. Jadi bedanya tipis sekali," tambah Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo itu menyebut dirinya tidak punya potongan sebagai pemimpin otoriter.
"Penampilan saya kan juga tidak sangar, ke mana-mana selalu tersenyum, makanya saya berani bilang saya bukan pempin otoriter," papar Presiden Jokowi disambut tawa dan tepuk tangan para kader Partai Demokrat.
Mengenai fenomena sosial media, Presiden Jokowi menyatakan sosial media sering digunakan untuk hal-hal negatif.
Ia mengungkap beberapa berita bohong yang tersebar di media sosial, di antaranya masuknya puluhan tentara RRC melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Berita tersebut ternyata sama sekali tidak benar. "Kemudian, ada pula kasus penyerangan terhadap ulama, isunya di media sosial ada 41 kasus. Setelah dicek tidak benar. Yang benar hanya tiga kasus, sedang dalam penanganan serius oleh Polri," tutur Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi menilai, pihak-pihak yang menyebar berita palsu di media sosial telah memperkeruh suasana ketentraman masyarakat, sehingga diperlukan langkah pencegahan dan penindakan.
"Ini tegas saya sampaikan ke Polri, tindak tegas pelakunya," ucap Jokowi.
Sumber : Tribunjakarta
Komentar Anda :