www.riau12.com
Senin, 17-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Abdul Gaffar Usman : Firdaus itu dari Orang Susah, Berpengalaman, Tak Tinggi Hati dan Mau Bergaul
Sabtu, 10-03-2018 - 16:00:34 WIB
TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU-Sebagai calon gubernur, Dr Firdaus MT dinilai mempunyai banyak dimensi keunggulan yang tidak dimiliki oleh calon lainnya. Firdaus berasal dari kalangan masyarakat biasa dan berasal dari orang susah. Dia juga punya pengalaman dalam melaksanakan tugas pemerintahan, selalu bergaul dengan banyak kalangan dan tidak pernah tinggi hati. Semua itu, dikatakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, H Abdul Gafar Usman menjadi satu keunggulan yang menurutnya bisa membawa Firdaus lebih mudah dalam memimpin Riau ke depan. Hal tersebut diungkapkan Gafar saat ditemui di Bangkinang, beberapa waktu lalu. Wakil rakyat yang juga pernah menjadi Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau ini mengungkapkan, dia termasuk salah seorang yang banyak tahu tentang rekam jejak kehidupan Firdaus. ''Beliau itu dulunya orang susah. Saya masih ingat, sewaktu sekolah, dia berjalan kaki di sepanjang jalan Teratai Pekanbaru. Dia tahu betul bagaimana kehidupan orang susah dan dia akan dengan cepat meresponi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lapisan bawah, khususnya pedesaan, karena dia juga pemimpin lahir dari sebuah desa,'' ungkap Gaffar. Disamping itu, sambung dia, Firdaus juga tidak memerlukan banyak penyesuaian dalam melaksanakan tugas pemerintahan di tingkat provinsi, karena dia sudah memiliki pengalaman yang cukup, mulai dari sebagai honorer, hingga menjadi kepala dinas lantas dipercaya menjadi Wali Kota Pekanbaru. Ketika seorang pemimpin tidak memahami apa yang akan dia laksanakan, dia membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa segera memenuhi apa yang menjadi tugasnya. ''Ya, bahasanya, kalau seorang pemimpin biasa memegang SIM C, lantas disuruh membawa dump truk tentu akan sulit dan butuh waktu panjang untuk mempelajari tugas yang harus dilaksanakan. Sementara masyarakat membutuhkan solusi cepat,'' kata dia. Keunggulan lainnya, dikatakan Gaffar adalah, bahwa Firdaus termasuk pemimpin yang mudah bergaul dan tidak terbatas wilayah. Pergaulan itu akan banyak membantu tugasnya, khususnya ketika dihadapkan pada persoalan-persoalan dan tugas-tugas besar yang kadang tidak bisa dipecahkan sendiri. Hal tersebut berjalan seiring dengan sifatnya yang selalu rendah hati dan mau berkomunikasi. Gaffar mencontohkan bahwa Pekanbaru adalah satu-satunya wilayah di Riau yang berhasil keluar dari persoalan pembatasan perizinan yang disebabkan belum tuntasnya pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau. Hal tersebut dikarenakan Firdaus mau memanfaatkan pergaulannya untuk memudahkan tugas-tugas atau kendala dalam menjalankan tugas pemerintahan. Dalam menjalankan tugas pemerintahan, seorang pemimpin harus bisa berbuat sesuai dengan kebijakan dan mampu pula mempertimbangkan penerapan sebuah kebijaksanaan. Banyak pemimpin tidak mampu membangun kreasi dalam menjalankan tugasnya karena terikat pada sebuah kebijakan. Dengan banyak berkomunikasi, bertanya akhirnya Pemko Pekanbaru mencari solusi terhadap permasalahan perizinan sebelum terbitnya RTRW. ''Dia berkoordinasi dengan kementerian Pekerjaan Umum, Menteri Lingkungan Hidup sehingga RTRW yang belum tuntas pembahasannya tidak sampai menghambat apalagi menghentikan aktivitas perizinan yang bisa dikeluarkan Pemko Pekanbaru,'' ungkap Gaffar. Gaffar juga mengingatkan bahwa, visi Riau bukanlah berhadapan dengan kemajuan provinsi tetangga. Tapi dengan negara-negara tetangga. Karena itulah, seorang pemimpin yang hadir harusnya bukan pemimpin yang hanya sekadar bisa, tapi harus mampu menjadikan Riau sebagai provinsi yang bisa bersaing dengan negara-negara tetangga. ''Konon lagi visi Riau 2020 itu tinggal beberapa tahun lagi. Pemimpin Riau ke depan harusnya mengerti dan tahu bagaimana mencapai visi tersebut. Sosok berpengalaman, tidak tinggi hati dan mau bergaul dan berkomunikasi dengan banyak golongan itu menjadi penting,'' kata dia.***(rls)



 
Berita Lainnya :
  • Abdul Gaffar Usman : Firdaus itu dari Orang Susah, Berpengalaman, Tak Tinggi Hati dan Mau Bergaul
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved