LSISI Taja Diskusi Publik, Media-Bawaslu Bersama Awasi Pemilu
Selasa, 30-01-2018 - 17:13:14 WIB
Riau12.com-PEKANBARU-Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) Provinsi Riau taja diskusi publik tentang peran serta media dalam pengawasan pemilu, Selasa (30/1/18) menjelang Pilgubri 2018 mendatang.
Menurut Ketua Panitia Diskusi Publik, Diskusi ini diharapkan antara pembicara dan peserta lebih banyak saling berdiskusi mengenai posisi media massa dalam pelaksanaan Pemilu.
Karena menurutnya, media memiliki peran yang besar dalam memberikan pemahaman yang baik tentang pemilu dan pesertanya kepada masyarakat.
Diskusi yang digelar dengan konsep serius tapi santai ini menghadirkan Nurul Huda dari Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indonesia, Pimred Riau Pos, M Hafis dan Asisten Devisi Penindakan Pelangggaran Bawaslu Riau, Andi Susiliawan.
Dalam diskusi publik yang dipenuhi insan pers di Pekanbaru dan mahasiswa dati berbagai pergutuan tinggi di Riau ini, Nurul Huda dari Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indonesia yang juga seorang akademisi mengatakan bahwa media dalam suasana pemilu tidak boleh sembrono dalam memuat berita.
Menurutnya, awak media perlu menjaga akurasinya sehingga berita yang dibaca masyarakat jauh dari hoax.
"Harus ada prinsip check and recheck dan balance," ujarnya.
Menurutnya, hal ini berkaitan juga perlu adanya pemberitaan yang fair serta menghindari SARA. Karena berita yang berkaitan dengan SARA justru akan memicu pemilu yang tidak aman.
Sementara, Pimred Riau Pos, M Hafiz mengatakan bahwa media layaknya bisa menjadikan proses pemilu berjalan dengan baik. Media juga, dengan pemberitaan yang berimbang dapat menghasilkan pemimpin yang baik.
"Media bisa mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya terhadap calon pemimpin yang tepat," kata Hafiz.
Sementara itu, Andi Susilawan juga mengatakan bahwa Bawaslu Riau terus mengajak masyarakat untuk bersama mengawasi pemilu. Pengawasan ini dilakukan dalam bentuk partisipatif, di mana setiap pihak punya kewajiban untuk mewujudkan pemilu yang aman.(rtc)
Komentar Anda :