www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Mangkir Hearing, Forum Melayu Tanglo Sebut PT SLS Buktikan Kesalahan
Minggu, 30-07-2017 - 09:12:34 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU-PT Sari Lembah Sari (SLS) dianggap telah membuktikan kesalahannya karena tidak hadir tanpa alasan dalam hearing dengan Komisi II DPRD Riau, Forum Melayu Tanglo, perwakilan masyarakat Desa Ganduang, Pelalawan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Riau.

"Ini membuktikan bahwa PT SLS bersalah dan tidak mau menyampaikan hal yang menurut mereka benar di rumah perwakilan rakyat ini. Harusnya mereka tahu diri dan sadar hukum jika mereka benar," kata Darwin, Ketua Forum Melayu Tanglo kepada wartawan, Sabtu (29/07/17).

Sedianya, hearing tersebut akan dilaksanakan Jumat malam tadi. Tapi karena delegasi PT SLS tidak hadir satupun, maka hearing tidak bisa dilanjutkan dan akan dijadwalkan kembali oleh Komisi II DPRD Riau.

Darwin melanjutkan, PT SLS yang juga grup dari Astra Agro Lestari ini, dianggap sudah melakukan malpraktik administrasi lahan dengan menggarap lahan di luar Hak Guna Usaha atau HGU serta berupaya merampas lahan milik warga Pelalawan dengan modus tukar guling. Perusahaan juga menggarap kawasan hutan dan menanami perkebunan di atas tanah leluhur warga dengan kelapa sawit.

"Tidak ada alasan jelas kenapa mereka tidak menghadiri hearing yang tujuannya untuk mendengarkan paparan masyarakat dan perusahaan tersebut. Hearing hanya dihadiri masyarakat Ganduang, Kecamatan Pangkalan Lesung," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, PT SLS sudah melakukan kesewenang-wenangan sejak tahun 1980 an. Mulai dari pembabatan hutan serta kebun karet masyarakat tanpa ganti rugi hingga kebijakan tukar guling lahan yang dilakukan pihak perusahaan setengah tahun terakhir.

"Adanya PT SLS di wilayah Genduang tidak berefek positif terhadap Masyarakat Tanglo. Malah pihak perusahaan membuat masyarakat Tanglo menjadi miskin, lingkungan rusak, jalan kampung berlubang, ikan-ikan di sungai menghilang, dan banyak dampak negatif lainnya," jelas Darwin.

Selain itu, adanya penggelapan wilayah Satuan Pemukiman (SP) 8 oleh PT SLS juga menjadi kerugian bagi masyarakat Tanglo. Di lingkungan PT SLS hanya ada SP 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 9. SP 8 yang berada di wilayah Tanglo dan sebagian Pangkalan Lesung tersebut dihilangkan oleh pihak perusahaan dengan alasan kontur tanahnya yang digenangi rawah, pegunungan dan lintasan gajah.

"Padahal kenyataan di lapangan tidak demikian adanya. Jadi, kebun wilayah SP 8 yang seharusnya adalah hak masyarakat tersebut, hasilnya dinikmati pihak perusahaan sejak puluhan tahun lalu hingga hari ini. Penggelapan SP 8 oleh SLS ini sudah sampai KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi. Red), Cuma belum ada tanggapan," terangnya.

Hal senada yang dikatakan Edi, Penggerak Forum Melayu Tanglo. Ia berharap, KPK, BPN, Kejaksaan, Polda dan penegak hukum lain agar segera turun ke lapangan, supaya kesewenang-wenangan pihak SLS bisa dihentikan segera.

"Karena setiap harinya mereka terus melakukan tukar guling," sebutnya. (r12/rt)



 
Berita Lainnya :
  • Mangkir Hearing, Forum Melayu Tanglo Sebut PT SLS Buktikan Kesalahan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved