www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Instruksi Prabowo Yang Membuat Fraksi Gerindra Walk Out
Minggu, 30-04-2017 - 09:56:56 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Partai Gerindra punya alasan kuat di balik sikap walk out anggota fraksinya dari rapat paripurna DPR RI (Jumat, 28/4) yang membahas hak angket untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sejak awal Gerindra menolak hak angket terhadap KPK. Apalagi, dalam prosesnya, kami mencium angket ini dipaksakan," tegas Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, Sabtu (29/4) seperti dilansir rmol.

Menurutnya, keputusan pimpinan rapat paripurna yang mengesahkan penggunaan hak angket tampak sangat terburu-buru.

Sebelumnya di Badan Musyawarah (Bamus) diputuskan bahwa pimpinan sidang paripurna hanya akan membacakan surat pengusul hak angket, bukan mengambil keputusan. Bamus juga sudah menyampaikan proses hak angket ditunda terlebih dulu sampai reses selesai.

"Pada masa reses itulah kita bisa menampung dan mendengarkan masukan masyarakat. Apakah masyarakat butuh angket atau tidak," jelas Andre.

Sayangnya, yang terjadi adalah pimpinan memaksakan angket disetujui. Karena itulah anggota Fraksi Gerindra memutuskan walk out.

"Ini sesuai instruksi Ketum Prabowo Subianto bahwa KPK harus didukung dalam memberantas korupsi. Bukan sebaliknya, dilemahkan posisinya," sambungnya.

Prabowo menyatakan bahwa pemberantasan korupsi adalah salah satu program prioritas Gerindra. Praktik kejahatan korupsi terang-terangan menyengsarakan rakyat. Dengan demikian, segala bentuk daya dan upaya melemahkan KPK harus ditolak.

"KPK itu ujung tombak pemberantasan korupsi. Kalau posisinya terus dilemahkan, bagaimana ke depan? Kita harus proporsional dalam melihat masalah ini," demikian Andre.(*)



 
Berita Lainnya :
  • Instruksi Prabowo Yang Membuat Fraksi Gerindra Walk Out
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved