www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Jokowi Bicara Reshuffle Saat Ahok Kalah Pilkada, Apakah Ini Pertanda?
Minggu, 23-04-2017 - 07:13:00 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada saat Kongres Ekonomi Umat yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bertempat di Hotel Sahid, Jakarta pada Sabtu (22/4/2017) menyinggung masalah perombakan kabinet kerja atau reshuffle.

Singkat cerita, awalnya Jokowi mengemukakan bahwa pemerintah menargetkan 5 juta sertifikat harus dibagikan kepada masyarakat di tahun 2017 ini. Dan target tersebut akan meningkat untuk tahun-tahun selanjutnya.

"Tahun depan (2018) saya berikan target 7 juta sertifikat harus keluar. Tahun depannya lagi, 9 juta sertifikatnya harus dikeluarkan, untuk rakyat, petambak kecil, petani, nelayan, tukang becak,"papar mantan Wali Kota Solo tersebut, dikutip di kompas.com.

Jokowi menyebutkan jika dirinya selama ini selalu bekerja dengan menggunakan target. Jika dianggap target yang diberikan oleh Jokowi terlalu tinggi, mantan Gubernur DKI Jakarta tidak mempersoalkannya.

"Itu urusannya menteri. Setahu saya, target itu harus dapat diselesaikan," papar Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi menyebutkan jika target tidak mampu tercapai, beliau akan melakukan pergantian atau pergeseran posisi menteri.

"Kalau memang tidak selesai, pasti urusannya akan lain. Bisa diganti, bisa digeser, bisa dicopot dan yang lain-lainnya. Ya saya blak-blakan saja. Dengan menteri juga seperti itu," jelas Jokowi.

Reshuffle adalah salah satu cara Presiden Jokowi untuk mencapai target program yang telah ditentukan. Dan mengenai sertifikasi tanah, pemerintah sebelum Jokowi-JK hanya mengelurkan 400.000 sertifikat saja setiap tahunnya. Dan semetara, catatan Jokowi menyebutkan jika setidaknya ada 126 juta bidang tanah di Indonesia yang harus diberi sertifikat.

"Kalau tidak diberikan target-target yang konkret, ya selalu sampai kapan pun, kalau setiap tahun hanya 400 ribu, akan berapa puluh tahun pensertifikatan ini bisa diselesaikan?" papar Jokowi

Jokowi juga menyebutan jika macetnya atau lambannya sertifikasi lahan itu menyebabkan masyarakat tidak bisa mengakses permodalan atau layanan keuangan lainnya. Dan oleh sebab itulah sertifikat lahan harus segera diselesaikan lantaran itu merupan salah satu penjamin peminjaman modal di lembaga keuangan.(srt)



 
Berita Lainnya :
  • Jokowi Bicara Reshuffle Saat Ahok Kalah Pilkada, Apakah Ini Pertanda?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved