Riau12.com - RENGAT - Kondisi krisis listrik akibat devisit daya yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi perhatian dan keprihatinan berbagai pihak, situasi ini semakin menjadi sorotan dan kecaman saat PLN Area Rengat menjual listrik pada insustri. Kecaman ini disampaikan DPRD Inhu yang prihatin disaat devisit daya justru PLN mensuplai listrik pada industri.
Dikecamnya suplai listrik pada industri yang dilakukan PLN Area Rengat disaat krisis listrik akibat devisit daya hingga dilakukanya pemadaman bergilir di rumah masyarakat, disampaikan Wakil Ketua DPRD Inhu Adila Ansori Jumat (2/9/16).
"Saat ini pemadaman listrik kerap dilakukan dirumah pelanggan yang nota bene masyarakat kecil dengan alasan krisis listrik akibat devisit daya, namun disatu sisi PLN Area Rengat justru menjual daya atau arus listrik ke sejumlah industri besar, seperti pabrik pengolahan karet dan perkebunan kelapa sawit. Inikan ironis sekali," ujarnya.
Penjualan arus listrik pada industri juga menyakiti perasaan masyarakat yang sudah menanti lama dalam daftar tunggu calon pelanggan PLN. Selain itu, PLN Area Rengat juga memutuskan harapan masyarakat desa - desa yang belum dialiri listrik PLN, padahal jaringan sudah dipasang sejak lama.
"Setidaknya disaat krisis listrik saat ini, industri yang listriknya dipasok PLN dapat menggunakan genset sendiri untuk operasionalnya, dengan tidak membebani listrik PLN yang sedang devisit daya. PLN harus berani mengambil sikap dengan tidak mengorbankan pelanggan kecil," tegasnya.
Apalagi saat ini di kabupaten Inhu masih banyak daerah yang belum dialiri listrik seperti di Kelurahan Air Molek I Kecamatan Pasir Penyu, bahkan di daerah itu belum ada jaringan listrik dan hingga saat ini belum ada agenda pemasangan jaringan. Kemudian di Desa Pasir Keranji Kecamatan Pasir Penyu hingga Desa Talang Sungai Parit Kecamatan Rakit Kulim, juga sebagian desa di Kecamatan Batang Cenaku, warga di daerah itu belum menikmati listrik PLN, sementara pemasangan jaringan sudah dilakukan sejak beberapa tahun silam.
"PLN Area Rengat harus mengkaji ulang penjualan arus listrik ke pihak industri, karena saat ini masyarakat masih mengeluh dengan kondisi listrik yang masih sering padam mendadak dan adanya pemadaman bergilir," ungkapnya.
Sementara itu, Manager PLN Area Rengat Kemas Abdul Gaffur ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya penjualan daya ke sejumlah Industri seperti pabrik pengolahan karet PT Tirtasari Rengat, PTPN V dan rencana penjualan daya ke lokasi perkebunan sawit PT Tunggal Perkasa.
"Penjualan daya ke industri seperti ke PT Tirtasari dan PTPN V tersebut tidak akan mengganggu terhadap pemakaian listrik pada pelanggan umum, karena pemakaian daya oleh pihak industri hanya pada siang hari dan tetap diawasi, sejauh ini belum ada masalah dan saat ini kondisi PLN juga tidak banyak masalah dan hanya ada pemadaman satu kali dalam tujuh hari," jelasnya. (r12/rt)
Komentar Anda :