www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Wakil Rakyat Tantang Gubri Copot Pejabat Berkinerja Buruk
Jumat, 12-08-2016 - 11:48:09 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU- Rendah realisasi anggaran di SKPD, membuat Wakil rakyat di DPRD Riau tantang keberanian Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman untuk mengganti kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah yang berkinerja buruk.

Langkah ini menurut wakil rakyat perlu dilakukan. Terutama kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Sumber Daya Air (Ciptada) Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno yang serapan anggaran diinstansinya, baru mencapai lima persen.

"Angka lima persen itu sangat tidak masuk akal, kalau seperti itu, nanti efektifnya hanya dapat dilakukan dalam tiga bulan terakhir ini saja," kata Asri Auzar, anggota DPRD Riau dari Partai Demokrat, Kamis (11/08/16).

Oleh sebab itu, ia meminta gubernur Riau untuk mengambil tindakan tegas. Jika perlu, gubernur mengganti kepala SKPD yang dimaksud dengan pejabat yang mampu meningkatkan serapan anggaran diinstansi yang dipimpinnya.

"Yang seperti ini jelas sangat tidak wajar, karna pelaksanan program terutama pada semester ke dua ini, idealnya sudah berada di atas angka 60 persen. Seluruh SKPD mulai menunjukkan hasil program kerjanya," ungkap politisi asal Rokan Hilir ini.

Lebih lanjut, ia juga meminta kepada seluruh SKPD yang ada, agar tidak menjalankan program kerjanya di akhir tahun anggaran. Jika tetap mengerjakan program kerja di akhir tahun, maka mutu pengerjaannya, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah hukum nantinya.

"Belakangan ini bisa kita lihat pemerintah setiap tahunnya selalu melakukan serapan anggaran besar di akhir tahun, sedangkan mutu pengerjaannya tidak bagus. Jika hal ini terus dilakukan, dikhawatirkan akan ada masalah hukum," singkatnya.(r12/rt)



 
Berita Lainnya :
  • Wakil Rakyat Tantang Gubri Copot Pejabat Berkinerja Buruk
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved