www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
BPJS Mempersulit, Karyawan Lapor Komisi E DPRD Riau
Rabu, 03-02-2016 - 22:05:01 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU,Riau12.com-Banyaknya keluhan masyarakat, terutama bagi karyawan yang perusahaannya sudah bekerjqsama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tapi masih dipersulit, membuat Komisi E DPRD Riau gelar hearing dengan pihak BPJS.

"Banyak karyawan di perusahaan yang perusahaannya sudah bekerjasama dengan BPJS, susah mendapatkan pelayanan BPJS nya. Apakah karena poliklinik di areal mereka bekerja tidak bekerjsama dengan BPJS atau seperti apa," kata Masnur, Ketua Komisi E DPRD Riau dalam hearing, Rabu (03/02/16).

Kemudian, masyarakat juga mengeluhkan penggunaan kartu BPJS yang pelayanannya sangat lambat di rumah sakit. Pihak rumah sakit sebutnya, sering beralasan dengan alasan yang tidak logis.

"Rumah sakit sering beralasan kamar penuh, namun untuk pelayanan umum, kamarnya kosong. Padahal, mereka juga sama-sama membayar. Masyarakat menilai proses BPJS berbelit-belit," ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Suheri, Kepala Departemen Pemasaran dan Peserta BPJS Regional II Wilayah Riau, Jambi Sumbar, Kepri mengapresiasi hearing yang dilaksanakan. Hal ini supaya tidak ada lagi prasangka buruk dari masyarakat terhadap BPJS.

"Mungkin ada dugaan BPJS tidak mau, poliklinik kerjasama harus ada kompetensi, masalah izinnya ada standar untuk dokter dan ruangan, jadi bukan jita tidak mau kerjasama terhadap poliklinik yang dimaksud. Poliklinik mesti kerjasama dengan BPJS," ungkapnya.

Suheri pun mengakui, memang persoalan kamar penuh mengakibatkan kurangnya jumlah rumah sakit yang tidak mampu melayani masyarakat yang sudah masuk kategori peserta BPJS.(r12/rt)



 
Berita Lainnya :
  • BPJS Mempersulit, Karyawan Lapor Komisi E DPRD Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved