www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Pajak Perkebunan "Bocor"
Wakil Rakyat : Tangkap dan Penjarakan Oknum Terlibat
Selasa, 22-12-2015 - 20:36:59 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU,Riau12.com-Wakil Rakyat Provinsi Riau menduga ada pengemplangan pajak atau kebocoran terhadap pendapatan negara dari sektor pajak perusahaan yang diduga melibatkan oknum pegawai di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Salah satu yang menjadi sorotan adalah pajak untuk perusahaan yang bergerak di perkebunan. Hal tersebut disampaikan Ketua Pansus HTI yang dibentuk DPRD Riau, Suhardiman Ambi, Selasa (22/12/2015) di Pekanbaru.

Dikatakannya, hasil temuan pansus menunjukkan, selain keterlibatan perusahaan, penagih dan aparatur pemerintah, pihak pemungut pajak diduga juga ikut terlibat.

"Temuan itu sudah kami sampaikan di paripurna. Kami menemukan hasil pengemplangan pajak di beberapa lini. Perusahaan, aparatur, termasuk dari pihak pajaknya," terang Suhardiman Amby

Dijelaskannya, lebih kurang 70 perusahaan sawit dan Hutan Tanaman Indutri (HTI), ada sebanyak 301 ribu hektare lebih lahan yang tidak disetorkan pajaknya ke negara.

"Perusahaan yang tidak berizin langsung dieksekusi. Bisa saja wilayah kawasannya dikembalikan, dan yang HPL dibalikkan ke masyarakat," katanya.

Dirinya berpendapat, hal ini bisa saja terjadi karena perusahaan, DJP, dan pemerintah selalu berkilah dengan adanya undang-undang. Sehingga data-data yang dimiliki instansi tersebut sangat sulit untuk diminta. 

"Kami menduga ada yang bermain di wajib pajaknya ataupun penagihnya," tukasnya.

Laporan yang disampaikan tim Pansus Lahan dalam paripurna itu, total perkebunan kelapa sawit, pabrik kelapa sawit, dan kehutanan, yakni sebanyak 570 perusahaan. Dengan rincian perkebunan kelapa sawit 288, pengelolaan hasil kelapa sawit 121, kebun yang terintegrasi dengan perusahaan kelapa sawit sebanyak 104 perusahaan sedangkan perusahaan kehutanan ada 58 perusahaan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak Direktora Jendral Pajak (DJP) Kantor Wilyah Riau dan Kepulauan Riau membantah adanya keterlibatan oknum dalam DJP sendiri yang terlibat dalam meloloskan pajak perusahaan sehingga merugikan negara ratusan triliun rupiah.

Humas DJP Kanwil Riau Kepri, Marialdi mengatakan, pihaknya berani menjamin tidak ada keterlibatan oknum DJP seperti yang dituduhkan Suhardiman. 

"Tanggapan kami seperti itu. Tidak ada oknum kita yang main main-main seperti itu," katanya.

Jikapun ada oknum dari DJP yang terlibat dalam kasus pengemplangan pajak itu, ditegaskannya akan ditindak tegas. 

"Tangkap dan penjarakan saja. Dan kami akan menindak," tegasnya.(r12/hr)



 
Berita Lainnya :
  • Wakil Rakyat : Tangkap dan Penjarakan Oknum Terlibat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved