www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Jelang Pelantikan Abdul Wahid-SF Hariyanto, Isu Perombakan Total Eselon II Pemprov Riau Terus Menggelinding
Kamis, 02-01-2025 - 15:39:38 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-PEKANBARU – Menjelang pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Abdul Wahid (AW) dan SF Hariyanto, isu perombakan besar-besaran jabatan eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelinding di setiap pertemuan dan selalu menjadi perbincangan hangat.

Pengamat politik sekaligus dosen Universitas Islam Riau (UIR), Dr. Edy Sabli, M.Si, menilai bahwa perubahan struktur jabatan dalam masa transisi kepemimpinan adalah hal yang wajar. Namun, ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam proses ini untuk memastikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Menurut Edy Sabli, perombakan dalam rezim baru kerap diwarnai oleh dua motif, yakni balas budi dan balas dendam.

"Balas budi berarti memberikan peran kepada mereka yang berjasa dalam kemenangan calon, sedangkan balas dendam adalah menyingkirkan pihak-pihak tertentu setelah kemenangan diraih," jelasnya, Kamis (2/1/2025).

Ia mengingatkan bahwa profesionalisme harus menjadi landasan utama dalam pengisian jabatan ini, bukan kepentingan politik.

Hindari Praktik Korupsi dan Jual Beli Jabatan

Edy juga mengingatkan agar tradisi lama seperti jual beli jabatan tidak terjadi di pemerintahan baru ini. Apalagi, Riau saat ini tengah menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Praktik seperti yang baru-baru ini terjadi di Kota Pekanbaru hanya akan mencoreng pemerintahan daerah. Pengisian jabatan harus bebas dari lobi politik yang merugikan," tegasnya.

Edy menyarankan agar pengisian jabatan eselon II dilakukan dengan mekanisme yang benar dan adil. Pemilihan figur harus didasarkan pada profesionalisme dan kompetensi agar berdampak positif pada pelayanan publik, pembangunan, dan perekonomian masyarakat.

"Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan jabatan diisi oleh orang-orang berintegritas dan kompeten. Ini adalah harapan masyarakat Riau untuk pemerintahan yang lebih baik," pungkasnya. (***)

Sumber: Goriau



 
Berita Lainnya :
  • Jelang Pelantikan Abdul Wahid-SF Hariyanto, Isu Perombakan Total Eselon II Pemprov Riau Terus Menggelinding
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved