Peluangnya Dinilai Sangat Terbuka, Ini Keuntungan yang Bakal Didapat SF Hariyanto Jika Rebut Golkar Riau
Riau12.com-PEKANBARU – Gonjang-ganjing isu politik tentang siapa yang akan menduduki kursi nomor satu di tubuh Partai Golkar Riau, terus berhembus sejak beberapa waktu belakangan ini. Isu tersebut kian menyedot perhatian, setelah berhembus kabar bahwa Wakil Gubernur Riau terpilih, SF Hariyanto, juga bakal ikut bermanuver dalam upaya merebut pucuk kekuasaan di tubuh Pohon Beringin Riau tersebut.
Lalu, bagaimana peluangnya serta apa keuntungan yang bakal didapat dengan merebut Golkar Riau?
Merespons perkembangan itu, pengamat politik dari Universitas Riau Dr Saiman Pakpahan menilai, adalah sesuatu yang wajar jika dinamika di tubuh Partai Golkar Riau itu menyatakan banyak perhatian.
“Ini juga tidak terlepas dari Partai Golkar Riau yang punya tradisi dekat dengan kekuasaan. Ini sudah berlangsung sejak Orde Baru dulu,†ujarnya, Selasa (24/12/2024).
Meskipun Partai Golkar Riau tidak lagi menjadi pemenang dalam Pemilu 2024 lalu, namun posisinya tetap saja masih sangat strategis. Sebab, jika dibandingkan dengan PDIP sebagai pemenang, Golkar Riau hanya memiliki selisih satu kursi. Di mana PDIP Riau berhasil meraih 11 kursi, sedangkan Golkar meraih 10 kursi, sama halnya dengan PKS.
“Ini artinya pengaruh Golkar Riau di parlemen masih kuat,†tambahnya.
Menurut Saiman, peluang SF Hariyanto bisa dikatakan sangat terbuka untuk meraih posisi ketua Partai Golkar Riau. Salah satu faktornya adalah posisinya saat ini sebagai Wakil Gubernur Riau terpilih dalam Pilkada Riau Tahun 2024 bersama Abdul Wahid sebagai Gubernur Riau terpilih. Meskipun saat maju, SF Hariyanto mendapat dukungan dari PDIP.
Sedangkan peluang Wahid untuk ikut bersaing, bisa dikatakan tidak ada. Sebab yang bersangkutan adalah Ketua PKB Riau.
Bila merujuk kepada pengalaman beberapa tahun silam, hal serupa juga pernah terjadi saat Rusli Zainal menjabat Gubernur Riau untuk periode pertama. Ketika itu, Rusli maju bersama Wan Abubakar dengan dukungan dari PPP. Begitu pula saat Syamsuar menjabat Gubri, ketika itu ia maju dengan dukungan PAN.
Setelah menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning, keduanya dengan mulus menduduki kursi nomor satu di tubuh Pohon Beringin Riau.
Selain itu, sepak terjang SF Hariyanto saat masih menjabat sebagai Sekdaprov Riau, ikut mendukung jika ingin mendapatkan dukungan dari pihak lain.
“Tentu saja ini tidak menafikkan keberadaan kader Partai Golkar Riau lainnya. Seperti kita tahu, di Golkar Riau juga banyak kader yang memiliki potensi,†terang Saiman.
Lalu, apa saja keuntungan yang bakal didapat SF Hariyanto jika sukses menduduki jabatan tersebut?
“Yang pasti, hal itu akan membuat kebijakan yang disusun Pemprov Riau akan semakin mudah diterapkan. Apalagi jika harus membutuh persetujuan Dewan. Sebut saja seperti untuk penyusunan Peraturan Daerah (Perda, rest),†ujar Saiman.
Namun yang tak kalah penting, hal ini tentu akan sangat besar dampaknya, jika SF Hariyanto memiliki rencana untuk maju sebagai calon gubernur pada Pilkada Riau mendatang.
“Untuk bisa maju dalam Pilkada, dukungan partai politik tentu sangat dibutuhkan. Kalau sudah punya perahu sendiri, langkahnya akan semakin mudah,†ujar Saiman.
Jangan Baper
Di sisi lain, kabar tentang kemungkinan SF Hariyanto dalam perebutan kursi sketsa Golkar Riau, juga telah mendapat respons dari beberapa pihak.
Salah satunya datang dari Gubernur Riau terpilih, Abdul Wahid. Ketika dikonfirmasi baru-baru ini, Wahid meminta Wakil Gubernur Riau terpilih, SF Hariyanto, untuk lebih fokus pada tugasnya melayani masyarakat daripada mencalonkan diri sebagai Ketua Partai Golkar Riau. Apalagi jika mengingat saat ini adalah periode awal masa jabatan mereka sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.
“Saya belum mendapat informasi resmi terkait itu, tapi saya berharap Pak SF Hariyanto bisa fokus dulu mengurus rakyat. Ini demi kebaikan bersama," ujar Wahid ketika itu.
Selain itu, belum diperoleh konfirmasi bagaimana respons dari kubu PDIP Riau. Hal itu mengingat SF Hariyanto sudah dinyatakan sebagai kader oarrai berlambang banteng merah tersebut.
Hal itu disampaikan Ketua PDIP Riau, Zukri, saat mengumumkan dukungan kepada SF Hariyanto ketika hendak maju di Pilkada Riau, Agustus lalu.
Namun menurut Saiman, dalam politik, adalah suatu hal yang wajar jika SF Hariyanto memutuskan maju dalam perebutan jabatan Ketua Golkar Riau.
“Sebab pada dasarnya politik bisa dikatakan sebagai upaya untuk merebut dan melanggengkan kekuasaan. Jadi tak usah baper lah (bawa perasaan, red), “ ujarnya lagi.
Menurutnya, akan semakin menarik untuk menyaksikan perkembangan di tubuh partai Pohon Beringin Riau tersebut. Sebab, tidak tertutup kemungkinan kader partai lain juga akan menempuh langkah yang serupa.(***)
Sumber: Goriau
Komentar Anda :