Linear dengan Mayoritas Kepala Daerah Terpilih Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Riau Era Abdul Wahid-SF Hariyanto
PEKANBARU -Riau12.com- Pengamat Politik dari Universitas Riau, Dr. Tito Handoko, menilai dinamika politik pasca Pilkada di Riau menunjukkan harapan baru, khususnya terkait hubungan antara pasangan calon kepala daerah kabupaten/kota yang menang dengan Gubernur Riau terpilih, Abdul Wahid - SF Hariyanto.
Menurut Tito, dari 12 kabupaten/kota di Riau, mayoritas kepala daerah terpilih berasal dari dukungan partai yang linear dan mendukung pasangan Abdul Wahid - SF Hariyanto. Hal ini diyakini akan memudahkan komunikasi dan koordinasi dalam mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh Riau.
“Saya yakin dengan komunikasi yang baik antara gubernur dan bupati/walikota terpilih, hal ini akan berdampak positif bagi pembangunan Riau,†ujar Tito kepada CAKAPLAH.com.
Ia memberikan contoh wilayah pesisir yang membutuhkan perhatian khusus, seperti pengembangan kawasan industri di Pelintung, Dumai, Tanjung Buton, Siak, dan Buruk Bakul, Bengkalis.
“Kita bisa membayangkan kawasan industri tersebut terintegrasi dengan infrastruktur yang layak. Ini tentu akan memajukan wilayah pesisir secara signifikan,†ujarnya.
Sementara itu, Tito juga menyebut persoalan infrastruktur di wilayah daratan Riau, seperti jalan lintas tengah dari Air Molek hingga Kuansing yang kondisinya rusak parah. Menurutnya, dengan terpilihnya kepala daerah yang memiliki visi serupa dengan gubernur, percepatan pembangunan infrastruktur dapat terwujud.
"Kemudian sama juga seperti di Rohil, dan Dumai, misalnya, bupati terpilih memiliki visi yang sama dengan gubernur. Ini membuka peluang percepatan pembangunan infrastruktur dan mengatasi keterisolasian daerah,†tambah Tito.
Hal yang sama kata Tito juga berlaku untuk daerah - daerah seperti Kampar, Meranti, Rohul, dan Pekanbaru
Lebih lanjut, Tito menekankan bahwa sinergi antara bupati/walikota dan gubernur terpilih sangat penting untuk mendorong percepatan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan pembukaan lapangan kerja di Riau. Ia juga berharap Kota Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi dapat dipercepat pembangunannya dengan sinergi antara pemerintah daerah dan gubernur terpilih.
"Orang menaruh harapan besar kepada sosok Abdul Wahid sebagai tokoh muda yang bisa membangun Riau. Apalagi jika ia bersama kepala daerah terpilih yang memiliki visi serupa, tentu harapan ini dapat terwujud," ungkap Tito.
Diketahui, Abdul Wahid - SF Hariyanto memenangkan Pilgub Riau dengan dukungan tiga partai, yakni PKB, Nasdem, dan PDI Perjuangan. Sementara itu, hasil Pilkada di 12 kabupaten/kota di Riau menunjukkan mayoritas kepala daerah terpilih juga diusung oleh partai pendukung Abdul Wahid - SF Hariyanto
Berikut rincian kepala daerah terpilih:
1. Ahmad Yuzar - Misharti (Kampar): Didukung PKB, Nasdem, dan PDI Perjuangan.
2. Zukri - Tamrin (Pelalawan): Diusung PDI Perjuangan, Nasdem, dan PKB.
3. Bistaman - Jhony Charles (Rohil): Didukung Nasdem dan PKB.
4. Asmar - Muzamil (Meranti): Diusung Nasdem dan PKB.
5. Anton - Poti (Rohul): Didukung PDI Perjuangan.
6. Ade Agus - Hendrizal (Inhu): Diusung PKB dan PDI Perjuangan.
7. Herman - Yuliantini (Inhil): Didukung Nasdem.
8. Paisal - Sugiarto (Dumai): Didukung Nasdem dan PKB.
9. Suhardiman Amby - Muchlisin (Kuansing): Diusung PKB.
10. Afni - Syamsurizal (Siak): Didukung Nasdem.
11. Kasmarni - Bagus Santoso (Bengkalis): Didukung PDI Perjuangan, Nasdem, dan PKB.
12. Agung - Markarius (Pekanbaru): Meski tidak linear dengan koalisi Pilgub, diyakini akan sevisi dengan Abdul Wahid - SF Hariyanto.(***)
Sumber: Cakaplah
Komentar Anda :