www.riau12.com
Minggu, 16-08-2026 | Jam Digital
17:34 WIB - Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Candi Muara Takus, Anak Diajak Cinta Sejarah Sejak Dini | 17:08 WIB - Rapat Banggar DPRD Riau Diwarnai Ketegangan, Adu Argumentasi Dua Legislator Berujung Skorsing | 16:49 WIB - Workshop BRK Syariah Bekali UMKM Kelola Keuangan Digital, Akses Pembiayaan Makin Mudah | 16:36 WIB - DPRD Pekanbaru Usul Pendataan Anak Putus Sekolah Diperkuat dengan Peran RT/RW | 15:45 WIB - Diduga Standing Motor di Jembatan, Pemuda Kampar Ditemukan Tewas di Sungai usai Hilang 3 Hari | 15:13 WIB -
 
Profil Abdul Wahid
Selangkah Lagi Jadi Gubernur Riau, Siapa yang Tau Dulunya Pernah Jadi Kuli Bangunan
Rabu, 11-12-2024 - 09:11:52 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com- Kisah hidup dan profil Abdul Wahid bak roller coaster. Siapa yang menyangka dulu ia pernah jadi kuli bangunan.

Setelah jatuh bangun dalam meniti kerasnya kehidupan, kini selangkah lagi Abdul Wahid bakal menjabat Gubernur Riau setelah menang di Pilgub Riau 2024.

Belum lepas dari ingatan Wahid, sekitar 34 tahun yang lalu, ayahnya berwasiat sebelum wafat.

Kala itu usia Wahid belum genap 10 tahun, ia sudah menjadi yatim. 

Pesan almarhum ayahnya, bagaimana pun kehidupan selanjutnya, Wahid harus tetap sekolah.

Bersama ibunya, Wahid berjuang bertahan hidup dan memenuhi wasiat ayahandanya di Kampung Simbar, daerah pelosok Indragiri Hilir, Riau.

"Jangan pernah berhenti berjuang, itu disampaikan ayah kepada ibu dihadapan kami semua menjelang beliau pergi. Ayah juga berwasiat, agar anak-anak jangan sampai tidak bersekolah, itu menjadi pesan utama beliau. Pesan ayah tersebut, menjadi motivasi bagi ibu, begitu semangat bekerja tanpa kenal lelah demi kami," kata Wahid, saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru Syarief Dayan di Pekanbaru, Selasa (10/12/2024).

Diceritakan Wahid, bagi ibunya, biar kebun, ladang dan tanah yang dipunya, diganti menjadi investasi pendidikan, karena ibunya sadar, pendidikan adalah hal yang sangat penting.

"Bagi ibu kami, jika ada kebun, tapi anak-anak tidak lanjut sekolah, adalah hal yang sia-sia, maka dari itu, ibu rela mengganti investasi yg ada dengan pendidikan, karena pendidikan bagi ibu adalah investasi yang tak kalah pentingnya. Ketika anak-anak sekolah, mereka berhasil, akan jauh lebih banyak keuntungan yang didapatkan," ujar pria kelahiran 21 November 1980 ini.

Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SD Negeri Sei Simbar tahun 1994, Wahid kemudian melanjutkan di MTs Sei Simbar dan tamat tahun 1997.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Ashhabul Yamin, Agam, Sumbar hingga 2000.

Ia juga sempat mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Canduang, Kabupaten Agam, sebelum kemudian melanjutkan ke Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim dan tamat tahun 2004.

Saat kuliah di UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, Wahid sejak awal semester sudah berupaya hidup mandiri.

Walau ibunya terus berjuang di kampung dan mengiriminya uang, namun Wahid sadar, di bawahnya masih ada 3 adiknya yang juga bersekolah.

"Kesulitan itu sering memunculkan kreativitas. Saya tidak mau berpangku tangan menunggu kiriman, sementara ibu saya susah di kampung, apalagi dibawah saya masih ada 3 adik saya. Saya melakukan berbagai pekerjaan, termasuk kuli bangunan," ujar Wahid. 

Saat itu Wahid selesai ujian semester 2 dan menjelang masuk ke semester 3. Karena tidak pulang kampung, ia mencari peluang untuk mendapatkan uang di Pekanbaru. Apalagi liburnya cukup panjang.

"Justru trigger saya jadi pengusaha itu adalah ketika sempat menjadi kuli bangunan. Saat itu ada pengerjaan pembangunan ruko di Panam Pekanbaru, tahun 2001. Di sana saya diajarkan mengaduk semen, merangkai besi, membuat mal gambar, dan saya dibayar Rp 50 ribu sehari. Hingga kemudian dari situ juga saya jadi paham memborong," imbuhnya.

Suami dari Henny Sasmita juga mengenang dulunya Ia juga sempat kepikiran untuk melanjutkan pendidikan di Yogyakarta.

Namun saat itu ibunya khawatir, jika nantinya pendidikannya di perguruan tinggi di sana terbengkalai karena ketidak cukupan keuangan.

Kemudian Wahid mengurungkan niatnya, namun ia tetap meyakini hal tersebut yang terbaik.

"Awalnya sempat punya keinginan melanjutkan kuliah di Yogyakarta, tapi ibu khawatir nanti tidak mampu. Akhirnya melanjutkan di Pekanbaru. Saya orangnya penurut terhadap ibu, apapun kata ibu saya pasti saya ikuti, karena saya yakin akan ada hikmah dibalik itu," tuturnya. 

Menurut Wahid, asal ada kemauan, maka tidak ada hal yang tidak mungkin, dan semuanya bisa diupayakan, yang terpenting adalah menjaga semangat dan fokus pada tujuan dan perlahan akan bisa meraih asa tersebut.

Pasangan calon gubernur Riau dan wakil gubernur Riau Abdul Wahid - SF Hariyanto berhasil menang dalam Pilgub Riau 2024, berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi oleh KPU Riau.

Paslon nomor urut 1 Abdul Wahid - SF Hariyanto yang diusung PKB, PDIP, Nasdem dan PBB berhasil meraih suara terbanyak yakni 1.224.193 suara.

Sementara pasangan nomor urut 2 M Nasir - M Wardan meraih sebanyak 877.511 suara. 

Sedangkan pasangan nomor urut 3 Syamsuar - Mawardi M Saleh hanya meraih 661.297 suara.

Kini putra dari Kampung Simbar, Indragiri Hilir tersebut selangkah lagi akan menjabat Gubernur Riau dalam usia yang masih muda, 44 tahun.(***)

Sumber: Tribunpekanbaru



 
Berita Lainnya :
  • Selangkah Lagi Jadi Gubernur Riau, Siapa yang Tau Dulunya Pernah Jadi Kuli Bangunan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    6 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved