Riau12.com-PEKANBARU - Isu pergantian ketua DPD Partai Golkar kian kencang di publik setelah kegagalan pengurus partai ini di Pilkada Serentak 2024 di Provinsi Riau.
Bahkan nama Calon Wakil Gubernur Riau yang menang lewat hasil Quick count SF Hariyanto dijagokan jadi ketua DPD Golkar Riau.
Isu ini mulai kencang setelah muncul sebelumnya informasi Sekretaris DPD Golkar Riau Indra Gunawan Eet menjabat sebagai Plt Ketua sementara.
Namun setelah dikonfirmasi kepada yang bersangkutan, menurutnya ketua DPD Golkar saat ini masih tetap Syamsuar dan dirinya masih menjabat Sekretaris.
Memang informasi penunjukan Eet sebagai Plt ini menguat, apalagi informasi yang didapat dari internal Golkar, pihak DPP Partai marah besar dengan prestasi Golkar di Riau, serta sudah menghubungi langsung Eet.
"Pak Syamsuar masih ketua Golkar Riau,"ujar Eet.
Sementara itu, munculnya isu SF Hariyanto menjadi kandidat kuat ketua Golkar sendiri, dari informasi di internal Golkar memang partai beringin selalu berada di barisan pemerintahan dan penguasa.
Sehingga sangat pas prediksi dan jabatan Ketua Golkar tersebut diberikan kepada SF Hariyanto yang juga, sudah bukan rahasia umum lagi, punya history kedekatan dengan partai pohon beringin.
Hal ini juga sama dengan Pilkada 2018 lalu, dimana Ketua DPD Golkar saat itu Arsyadjuliandi Rachman kalah di Pilkada langsung diambil alih Syamsuar posisi ketua Golkar yang bahkan sebelumnya sudah menjadi Kader PAN dan tidak diusung Golkar pada Pilkada.
"Tunggu pelantikan dulu,"ujar narasumber dari internal partai Golkar tersebut, mengiyakan jika SF Hariyanto akan diusung jadi ketua Golkar Riau.
Sebelumnya diberitakan Pilkada serentak di Riau sudah berlangsung, hasilnya pun sudah mulai terlihat dari hitungan cepat dan lembaga yang bisa dipercaya, dari hasil tersebut banyak jagoan Golkar harus tumbang.
Bahkan Pilkada Riau sendiri calon yang diusung Golkar kalah, padahal merupakan petahana dan merupakan ketua Golkar Riau yakni Syamsuar.
Akhirnya, melihat kondisi ini, kader senior Golkar Riau Suparman angkat bicara, menurutnya kegagalan ini, yang salah bukanlah partainya melainkan disebabkan orang yang mengurus partainya.
"Sebetulnya ini bukan kekalahan partai tapi kekalahan orang yang mengurus partai. Ada bedanya orang dan partai,"ujar Suparman tegas.
Menurut Suparman, mengibaratkan pesan dalam lagu Lancang Kuning, dimana ada pesan kalau kapten kurang paham jangan berlayar malam.
"Lagu Lancang kuning pas untuk Golkar Riau saat ini. Partainya teruji, bagaimanapun hempasan badai tidak pernah tenggelam, tetapi harus faham menahkodai partai Golkar,"ujarnya.
Makanya menurut Suparman ia juga sudah sering mengingatkan kondisi partai Golkar saat ini dengan kondisi Golkar ku Sayang Golkar ku malang.
"Pengurusnya tidak faham jalur berlayar, dia bawa saudaranya, dibawa orang baru, ditinggalkan orang lama, ditukar kamar dan orang lama, inikan mengganggu berlayarnya partai Golkar,"ujarnya.
Sebagaimana diketahui dari 13 Pilkada serentak di Riau baik itu Provinsi dan Kabupaten Kota, Golkar hanya unggul di dua daerah yakni Indragiri Hilir dan Siak, selebihnya beberapa calon petahana tumbang.
Serangan dan desakan mundur kepada Ketua DPD Golkar Riau Syamsuar muncul pasca Pilkada Riau 2024, hal ini disebabkan banyaknya kegagalan yah diusung Golkar di Pilkada serentak di Riau.
Menanggapi itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Bappilu Golkar Riau Ikhsan menegaskan jika ketua Golkar Syamsuar sudah tidak ada keinginan lagi untuk merebut posisi politik.
Sebagai Partai golkar partai yang besar, menurut Ikhsan ada mekanisme organisasi yang dilakukan.
"Ini baru 2-3 hari selesai Pilkada. Tenang saja, pak syamsuar tak ada keinginan lagi untuk merebut posisi politik dimana pun lagi,"ujar Ikhsan.
Nanti menurut Ikhsan, akan ada Musyawarah Daerah (Musda) untuk menggantinya oleh karena itu ia meminta semua kader bersabar saja.
"Siapapun yang akan jadi ketua golkar kedepan diharapkan bisa membawa kejayaan. Sampai hari ini partai golkar masih dipimpin oleh pak Syamsuar,"jelas Ikhsan.(***)
Sumber: Tribunpekanbaru
Komentar Anda :